Tetap Laksanakan Kurikulum 2013

Komisi X DPR RI Dukung Komitmen Kaltim

  

  SAMARINDA - Kaltim kembali mendapat kunjungan wakil rakyat tingkat pusat. Kali ini Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga, serta perpustakaan nasional dalam rangkaian Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2014-2015.

  Rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua HM Ridwan Hisyam diterima jajaran Pemprov Kaltim yang dipimpin Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, H Bere Ali, di ruang serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (15/12) malam.

 Pimpinan rombongan Komisi X DPR RI, HM Ridwan Hisyam mengatakan kunjungan kerja spesifik ini merupakan langkah Komisi X untuk membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah ataupun mitra kerja pemerintah daerah terkait pembangunan pendidikan dan kebudayaan, pariwisata serta pemuda dan olahraga di Kaltim.

 "Kita ingin menggali dan menyerap aspirasi pemerintah daerah Kaltim, sekaligus mendengar dan meminta masukan berupa data faktual tentang pembangunan di sektor-sektor tersebut. Terlebih untuk sektor pendidikan yang saat ini sedang ramai dibicarakan tentang penyetopan pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13) oleh pemerintah pusat," kata Ridwan.

 Ridwan mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim untuk pembangunan di sektor pendidikan. Mulai dari alokasi anggaran pendidikan minimal sebesar 20 persen dari APBD, beasiswa Kaltim Cemerlang, hingga langkah Kaltim yang berkomitmen ingin melanjutkan pelaksanaan K-13 dengan catatan.

 Menurut dia, Kaltim merupakan salah satu dari beberapa daerah yang sudah dikunjungi oleh Komisi X, namun daerah-daerah yang lain dikunjungi sebelum ada ketetapan penyetopan pelaksanaan K-13 oleh Menteri Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan.

 "Ini yang kita ingin tahu. Ternyata ada daerah yang ingin melanjutkan K-13. Bahkan jika komponen pendukung K-13 seperti sertifikasi guru, buku dan lainnya tidak bisa diselesaikan pusat, Kaltim tadi menyatakan siap mengambil alih hingga selesai. Ini merupakan masukan bagi kami dan akan kami bawa ke tingkat pusat," jelasnya.

 Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat, Bere Ali, menjelaskan kemajuan pembangunan pendidikan maupun pemuda dan olahraga di Kaltim tidak terlepas dari ide dan peran dari Gubernur Awang Faroek Ishak. Karena, sejak kepemimpinannya pada periode pertama (2008-2013) dan periode (2013-2018) sektor tersebut menjadi prioritas dengan sejumlah terobosan.

  Namun, hal itu juga tidak serta merta bisa dilakukan oleh Pemprov Kaltim sendiri. Tetapi perlu juga dukungan dari legislatif, kabupaten/kota dan masyarakat. Utamanya dukungan dari pemerintah pusat untuk pendanaan. Karena selama ini Kaltim selalu terkendala pendanaan untuk percepatan pembangunan.

  "Kita perlu dukungan pemerintah pusat. Melalui Komisi X DPR RI ini kami sampaikan aspirasi dan unek-unek terkait kemajuan maupun permasalahan pembangunan sektor terkait di Kaltim. Sehingga dapat dibawa dan dibahas ditingkat pusat untuk kemudian ditindaklanjuti dengan realisasi seperti yang diharapkan," jelasnya.

  Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan H Musyahrim, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga H Fachruddin Djaprie, Kepala Badan Perpustakaan Kaltim Sri Sulasmi Retno, Kepala Biro Sosial Setprov Kaltim H Syafrian Hasani dan Ketua Dewan Pendidikan Kaltim Encik Widyani. (her/sul/es/hmsprov)

 

////FOTO :  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama anak sekolah dasar. Kaltim komitmen  untuk terus melaksanakan kurikulum 2013.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait