Tidak Pilih-Pilih untuk Sukseskan Pendidikan di Kaltim

Kualifikasi Guru Berlanjut

Komitmen Pemprov Kaltim pada masa kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Mukmin Faisyal soal pendidikan tidak berubah. Justeru sebaliknya kian ditingkatkan.
Pembangunan pendidikan akan menjadi kunci utama kesiapan Kaltim menyongsong era globalisasi dan pasar bebas yang pasti melahirkan persaingan yang akan semakin ketat. Salah satu strategi yang sudah dan akan terus dilakukan Pemprov Kaltim dalam pembangunan pendidikan adalah melaksanakan program kualifikasi guru.  
Tujuan peningkatan kualifikasi guru ini adalah agar Kaltim dapat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) andal di bidang pendidikan, terutama kualitas pengetahuan guru, sehingga menghasilkan peserta didik berkualitas di masa mendatang.
“Kualifikasi guru akan tetap kita lanjutkan. Program ini sangat penting  agar Kaltim juga mampu menciptakan generasi muda berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim.
Tahun lalu, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran untuk program kualifikasi guru mencapai Rp20 miliar dan pada 2014 mencapai Rp19 miliar. Targetnya adalah kualifikasi guru untuk S1 dan S2  bagi 1.322 orang, baik dari guru PAUD hingga SMA dan SMK. Sedangkan 2014 untuk Tutor PAUD se-Kaltim yang akan mengikuti kualifikasi mencapai 490 orang.   
Pelaksanaan kualifikasi guru ini juga merupakan implementasi  Undang-Undang Guru dan Dosen yang mensyaratkan guru di Indonesia minimal harus berpendidikan S1.
“Jadi sejak 2006 hingga saat ini kita terus melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri  di Kaltim maupun di luar Kaltim. Contohnya Universitas Mulawarman (Unmul), STAIN, Universitas Terbuka, Universitas Negeri Malang dan Universitas Negeri Surabaya. Kerjasama ini terus kami lakukan,” jelas Musyahrim.  
Guna menyukseskan program ini, Pemprov telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltim. Kerjasama ini penting sebab dukungan juga harus diberikan pemerintah kabupaten dan kota untuk keperluan data guru dan pemenuhan kesejahteraan guru.
Sesuai data dari Dinas Pendidikan Kaltim, jumlah guru yang melaksanakan kualifikasi guru untuk jenjang S1 dan S2, antara lain di Universitas Mulawarman pada 2009 terdapat 1.498 guru dari jenjang SD hingga SMP, 2011 tercatat 150 orang untuk guru PAUD dan PGSD, 2012-2013 ada 250 orang untuk jenjang guru PAUD dan PGSD.
Setidaknya jumlah guru yang melaksanakan kualifikasi dari 2006 hingga 2013 di Unmul mencapai 5.268 orang. Sementara, sejak 2010-2013 guru SMP dan SMA dan SMK yang mengikuti kualifikasi S2 di Unmul mencapai 364 orang.
Dari jumlah itu terdiri atas guru Bahasa Inggris SMP, SMA dan SMK pada 2010 terdapat 254 orang, 2011 guru Bahasa Inggris SMP, SMA dan SMK tercatata 45 orang, sedangkan pada 2012 guru PAUD dan Kimia SMP dan SMA/SMK mencapai 50 orang, selanjutnya pada 2013 untuk guru Bahasa Inggris SMP, SMA dan SMK sebanyak 15 orang.
Selain itu, guru yang mengikuti kualifikasi guru S1 di STAIN sejak 2006 hingga 2013 mencapai 660 orang, mulai dari guru PAUD, SMP dan SMA. Universitas Terbuka sejak 2007 hingga 2014 mencapai 2.744 orang, mulai guru PGSD, SMP dan SMA, termasuk guru swasta dan negeri.
Universitas Negeri Malang pada 2011 guru IPS dari RSBI SMP dan SMA yang mengikuti kualifikasi S2 sebanyak 36 orang. Universitas Negeri Surabaya sejak 2011 hingga 2013 guru yang mengikuti kualifikasi  S2 mencapai 190 orang untuk jenjang SD, SMP dan SMA.
Dengan demikian secara keseluruhan guru yang telah mengikuti kualifikasi mencapai 9.262 orang dan yang lulus mencapai 5.534 orang dan yang masih aktif mencapai 3.728 orang, mulai guru PAUD hingga SMA dan SMK.
Melalui program tersebut, pada 2016 Pemprov Kaltim bertekad agar 62.843 guru di Kaltim dapat memiliki standar kualifikasi S1. 62.843 guru negeri dan swasta terdiri dari, TK 4.633 orang, SD 32.854 orang, SMP 13.467 orang, SMA 5.660 dan SMK 6.229 orang. Peningkatan kualifikasi guru juga dilakukan untuk guru non formal, yakni guru Sekolah Luar Biasa (SLB).
Karena itu, komitmen Pemprov Kaltim untuk meningkatkan kualifikasi guru yang telah dilakukan sejak 2009 hingga saat ini tidak perlu diragukan.
“Jadi, pada intinya perhatian Pemprov Kaltim untuk mendukung dan menyukseskan program pendidikan tidak pilih-pilih, seluruh kabupaten dan kota, baik di kota dan di daerah terpencil mendapatkan perhatian sama dari Pemprov Kaltim. Sehingga pembangunan pendidikan di Kaltim betul-betul merata,” jelasnya. (Noorjaya/hmsprov).

///FOTO : Gubernur Awang Faroek Ishak bersama guru di Kaltim pada peringatan Hari Guru dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia  (PGRI) tahun lalu.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait