Tiga Pilar Berperan Meningkatkan Partisipasi Pemilu 2019

Gubernur Awang Faroek disambut pimpinan TNI/Polri sebelum Rakor Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tahun 2018 di Plenary Hall Sempaja Convention Hall Samarinda. (dok/humasprov)

SAMARINDA – Tiga pilar Kamtibmas  terdiri Bhabinbkamtibmas/Polri, Babinsa/TNI dan lurah/kepala desa (pemerintah daerah) strategis ikut meningkatkan partisipasi pemilu 2019. Hal itu ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat Rakor Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tahun 2018 di Plenary Hall Sempaja Convention Hall Samarinda, Senin (17/9).

Menurut dia, angka partisipasi masyarakat dalam setiap pesta demokrasi baik pemilihan kepala daerah (Pilkada) maupun pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) di Kaltim pada tahun-tahun lalu masih rendah. “Tiga pilar harus optimal melakukan langkah antisipasi gangguan Kamtibmas. Juga strategis mendorong meningkatnya partisipasi dalam Pileg dan Pilpres 2019,” katanya.

Tingginya partisipasi masyarakat menjadi penanda suksesnya bermakna pelaksanaan pemilu lebih berkualitas.

Karenanya, tiga pilar Kamtibmas harus berperan aktif  mendorong dan mengajak masyarakat terutama generasi millennial untuk menyampaikan aspirasi hak suaranya.

Sebab ujarnya, masyarakat harus menentukan pilihannya agar terpilih pemimpin yang berdedikasi dan mampu mengemban amanah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. “Tiga pilar Kamtibmas bisa memberikan pemahaman betapa pentingnya hak suara masyarakat untuk masa depan dan kemajuan daerah serta kesejahteraan rakyat,” ungkap Awang.

Dirinya sangat berharap angka partisipasi dalam pesta demokrasi di Kaltim semakin tinggi sehingga menjadi contoh bagi daerah lain selain kondusifitas daerah tetap terjaga. “Target partisipasi masyarakat dalam pemilu minimal 77,5 persen dan tiga pilar Kamtibmas harus ikut mewujudkannya,” ujar gubernur. (yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation