Kalimantan Timur
TVRI Jadi Sarana Edukatif dan Media Persatuan Bangsa


SAMARINDA - Momentum HUT ke 27 tahun ini, TVRI Kaltim menjadi lembaga informasi publik yang lebih berperan dalam memperkokoh identitas budaya, sarana edukatif. Sekaligus media penghubung mempererat jalinan persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di Kaltim ini.

 

"Pemerintah daerah berharap TVRI berperan penting dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah. Program-program TVRI hendaknya juga ikut membangun karakter dan jati diri bangsa dengan keragaman acara yang edukatif," kata Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim Dr HM Jauhar Efendi saat menghadiri Dialog Live dalam rangka HUT ke 27 TVRI Kaltim, Sabtu (18/1/2020) malam.

 

Pada kesempatan itu, disampaikan dua hal penting bagi TVRI Kaltim. Pemprov berharap TVRI harus terus menempati posisinya sebagai agen pembangunan.

 

Misi yang diemban TVRI menyebarluaskan informasi yang dapat membangkitkan semangat dan dorongan untuk melakukan perubahan menuju keadaan yang lebih baik. 

"Penyebarluasan berbagai program pembangunan ke pelosok wilayah akan menularkan posisi TVRI sebagai agen pembangunan," jelasnya.

 

TVRI sebagai agen pembangunan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan kegiatan rakyat terutama di Kaltim.

 

Selain itu, pentingnya keseimbangan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kondisi ini sejalan dengan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. 

 

"Hanya saja TVRI harus cukup arif untuk memposisikan diri sebagai pemelihara keseimbangan," jelasnya.

 

Disisi lain, memasuki era digital tentu TVRI harus menjadi garda terdepan dalam siaran televisi sebagai stasiun pertama yang hadir di tanah air. Tidak boleh kalah bersaing dengan televisi-televisi swasta. Tetap bersifat independen dan netral, tidak semata-mata memproduksi acara siaran sesuai tuntutan liberalisme dan selera pasar.(jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait