UN Masih Mengadopsi Kurikulum 2006

SAMARINDA–Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2013-2014 masih menggunakan kurikulum 2006. Pasalnya, kurikulum 2013 yang baru saja ditetapkan hanya efektif dilaksanakan setelah satu tahun diundangkan.

“UN masih tetap dilaksanakan dan sesuai hasil kesepakatan Konvensi UN telah memutuskan dua tahun ke depan ujian nasional masih mengadopsi model kurikulum yang lama atau kurikulum 2006,” kata Kepala Kantor Bahasa Kaltim Imam Budi Utomo, pekan lalu.

Selanjutnya, tiga tahun yang akan datang dilakukan evaluasi terhadap penerapan Kurikulum 2013, masih diperlukan untuk UN atau tidak. Sebab, pola pembelajaran selama ini lebih pada aspek kognitif atau pemahaman terhadap pengetahuan.

Kurikulum 2013 tidak hanya menekankan pada pengetahuan para siswa didik termasuk dalam menumbuhkan sikap tetapi kemampuan atau keterampilan. Misalnya, kemampuan atau keterampilan siswa didik dalam menggunakan bahasa.

Sebab, fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi atau media untuk mengekspresikan pikiran dan  perasaannya. Diharapkan melalui sistem ini maka siswa didik diberikan bimbingan sejak awal bagaimana menyusun sebuah teks diskriptif (bahasa sehari-hari) maupun teks eksplanatif (bahasa peristiwa).

“Selama ini ada penilaian atas kemampuan siswa dalam pengetahuan bahasa Indonesia menurun karena bentuk tesnya adalah UN. Sedangkan, kurimulum 2013 untuk penilaian bagi siswa didik berbasis pada forto folio (kegiatan siswa) atau proses bukan hasil,” jelasnya.

Ditambahkan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah dilibatkan dalam penyusunan materi pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013.

Diakuinya, selama ini pihak kementerian belum pernah melibatkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk menyusun kurikulum-kurikulum sebelumnya. Namun, dalam penyusunan materi pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 dilibatkan.

“Kami dalam penyusunan materi pembelajaran Bahasa Indonesia tidak bekerja sendiri tetapi melibatkan berbagai tim dan kalangan perguruan tinggi terlebih para guru besar (profesor) untuk merumuskan hal terbaik bagi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 nantinya,” ujar Imam Budi Utomo. (yans/hmsprov)  

Berita Terkait
Government Public Relation