Wagub Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kondusifitas Daerah

Foto : Hadi Mulyadi

MUARA WAHAU - Kunjungan kerja Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi di Kecamatan Muara Wahau (Kutim) beberapa hari lalu, mengajak masyarakat tetap menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban dalam menyongsong pesta demokrasi pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 17 April mendatang.

Hadi Mulyadi mengatakan memasuki tahun politik 2019, H Hadi Mulyadi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga dan mempelihara keamanan dan ketertiban sehingga Kaltim tetap kondusif. "Saya harapkan masyarakat di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng khususnya, maupun kecamatan-kecamatan lainnya di Kutim dan Kaltim pada umumnya, untuk terus menjaga dan memelihara ketertiban, dan keamaanan," kata Hadi Mulyadi.

Hadi Mulyadi juga meminta masyarakat untuk turut berperan aktif mengamankan daerah masing-masing dari tindakan-tindakan oknum yang tidak bertangungjawab yang menyebarkan berita bohong (hoax) yang dapat memecah persatuan dan kesatuan. "Terpeliharanya  keamanan daerah merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah bersama aparat keamanan baik Polri maupun TNI. Namun, peran dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat tentu sangat kita harapkan," ujarnya.

Tambah Hadi Mulyadi, masyarakat harus ikut menjaga dan memelihara keamanan dan kedamaian daerah. Khususnya memasuki tahun politik yang potensial memicu terjadinya gesekan di masyarakat. "Mari kita songsong Pemilu Pilpres dan Pileg 2019 dengan tetap menjaga kerukunan, toleransi antar umat beragama dengan mempererat tali persaudaraan satu sama lainnya sehingga tetap tercitpa persatuan dan kesatuan," pesan Hadi.

Hadi Mulyadi mengakui terbentuknya beberapa forum dan paguyuban (organisasi kemasyarakatan/ormas) maupun kelompok dalam masyarakat tentunya dapat menjadi pemersatu dan menghindari terjadinya gesekan-gesekan yang memicu terjadinya konflik. "Kekompakan masyarakat serta peran forum dan paguyuban yang ada di Kutim maupun di Kaltim, dapat mencegah secara dini dan menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat, termasuk tokoh agama maupun tokoh masyarakat/tokoh adat sangat berperan dalam menyelesaikan masalah konflik di daerah," bahas Hadi Mulyadi.(mar/sul/humsprovkaltim)

Berita Terkait