SAMARINDA – Training Center (TC) bagi peserta Kafilah Kalimantan Timur yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXI di Jawa Tengah resmi dimulai. Kegiatan pemusatan latihan yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 dibuka oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Selasa (2/6/2026).
Pembukaan TC tersebut turut dihadiri jajaran pengurus LPTQ Kaltim, para pelatih, serta peserta yang akan mewakili Kalimantan Timur pada calon ajang nasional tersebut.
“Dengan adanya TC ini, kualitas peserta harus semakin meningkat. Kalau tidak bisa hanya mempertahankan capaian yang sudah ada, tetapi terus berkembang hingga pelaksanaan MTQN dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” tegas Sri Wahyuni
Menurut Sri Wahyuni, para peserta yang mengikuti TC saat ini merupakan individu-individu terpilih yang telah melalui proses seleksi ketat dan berhasil menyisihkan banyak calon peserta lainnya. Oleh karena itu, kesempatan yang diperoleh harus dimanfaatkan secara maksimal.
"Bagi saya, tidak hadir sekali saja dalam mendampingi pelaksanaan TC sudah terasa tertinggal. Apalagi bagi mereka yang kemarin belum lolos. Tentu mereka berharap bisa terus membersamai hingga tahapan akhir. Karena itu, manfaatkan kesempatan dan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan dan tidak selalu berjalan mudah. Namun, proses tersebut akan membentuk karakter serta mengajarkan pentingnya menghargai setiap kesempatan.
"Perjuangan memang tidak ada yang mudah. Kita harus melewati berbagai hal yang mungkin tidak menyenangkan. Namun justru dari situ kita belajar menghargai banyak hal, terutama waktu yang tidak akan pernah kembali. Jangan lengah, harus siap dan lebih siap lagi," pesannya.
Sri Wahyuni juga mengingatkan bahwa perjuangan para peserta tidak henti-hentinya mengikuti MTQN. Jika berhasil meraih prestasi, mereka diharapkan terus mengembangkan kemampuan dan memperdalam ilmu di bidang yang ditekuni.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan prestasi qari dan qariah, LPTQ Kalimantan Timur telah menjalin kerja sama dengan Universitas Al Azhar melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama tersebut membuka peluang bagi juara tingkat nasional untuk melanjutkan dan memperdalam pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Wakil Ketua II LPTQ Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah, mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan sisa waktu dengan persiapan latihan yang maksimal.
“Waktu yang tersisa memang tidak banyak untuk mempersiapkan diri menjadi peserta terbaik di MTQN. Namun kami memberikan kepercayaan penuh kepada seluruh peserta. Dengan latihan yang rutin dan sungguh-sungguh, kami yakin mereka mampu memberikan hasil terbaik bagi Kalimantan Timur,” katanya. (Lptq/prb/ty)