Kalimantan Timur
491 Peserta Ikuti Seleksi Aktif Pendamping Desa

 

491 Peserta Ikuti Seleksi Aktif Pendamping Desa

 

SAMARINDA - Sebanyak 491 peserta mengikuti seleksi aktif pendamping desa yang dilaksanakan di empat daerah, yakni Samarinda, Berau, Kutai Barat dan Paser. Seleksi di Kota Samarinda untuk peserta yang akan ditempatkan di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Seleksi di Kabupaten Kutai Barat untuk peserta yang akan ditempatkan di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu, sedangkan Seleksi di Kabupaten Berau untuk peserta yang akan ditempatkan di Berau.

"Sementara seleksi di Kabupaten Paser diperuntukkan bagi peserta yang akan ditempatkan di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU),"  kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi, Senin (9/11).

Jauhar memaparkan, seleksi sudah dilaksanakan sejak Agustus 2015 lalu. Awal Agustus dimulai dengan pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan dengan seleksi berkas dan November ini seleksi aktif dilaksanakan.

Seleksi aktif terdiri dari tes wawancara, tes tertulis dan wawasan pengetahuan tentang kondisi daerah yang dipilih. Ada tiga penempatan yang diseleksi tim dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dan BPM-PD Kaltim, yakni tenaga ahli yang akan ditempatkan di kabupaten, pendamping desa ditempatkan di kecamatan dan pendamping lokal desa ditempatkan di masing-masing desa.

“Proses seleksi ini sudah lama dilakukan. Dimulai dari pendataan ke masing-masing kabupaten, kecamatan dan desa se-Kaltim, hingga pelaksaaan seleksi aktif ini," jelas Jauhar.

Jauhar menambahkan, untuk pendamping lokal desa tidak diberlakukan tes tertulis. Mereka hanya harus melewati tes wawancara tentang lingkungan kabupaten yang dipilih. Seleksi aktif ini dilaksanakan selama dua hari di Samarinda 9-10 November dan satu hari di tiga daerah, pada 9 November ini,” kata Jauhar Efendi di Kantor BPM-PD Kaltim usai membuka seleksi aktif pendamping desa se-Kaltim, Senin (9/11).

Menurut dia, tugas dari pendamping desa, baik tenaga ahli, pendamping lokal desa dan pendamping desa, yakni untuk menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di kabupaten hingga ke desa-desa.

Seleksi ini menjadi tanggungjawab Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, termasuk dalam penentuan kelulusan peserta yang mengikuti seleksi aktif. Alokasi beban anggaran untuk program pendamping desa ini bersumber dari APBN.

“Pemprov Kaltim hanya memfasilitasi penyelenggaraan di daerah. Karena itu, kami sudah menerjunkan tim di empat dari empat daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan seleksi aktif  ini,,” jelasnya.

Sesuai data yang diterima tim seleksi, peserta yang mengikuti sebagian merupakan tenaga yang sebelumnya sudah berpengalaman dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) yang tersebar di tujuh kabupaten di Kaltim.

Dari 491 peserta, kuota yang dibutuhkan sebanyak 17 untuk tenaga ahli, 115 pendamping desa dan 234 pendamping lokal desa dengan total sebanyak 366 orang.

 “Terkhusus untuk pendamping lokal desa, kami berharap dapat diikuti oleh penduduk desa setempat. Karena, diharapkan pengembangan desa tersebut dapat didukung oleh masyarakat desa itu sendiri. Setiap pendamping lokal desa harus melakukan pembinaan di empat desa. Hal ini sesuai dengan jumlah desa yang ada di tujuh kabupaten, yakni sebanyak 836 desa,” ungkap Jauhar lagi.

Sementara Kepala Bidang Ketahanan Sosial dan Budaya Masyarakat Musa Ibrahim menguraikan, para tenaga ahli dan pendamping itu akan mendapat gaji yang proporsional. Tenaga ahli akan menerima gaji sebesar Rp4.517.000 perbulan, pendamping desa sebesar Rp2.534.000 perbulan dan pendamping lokal desa sebesar Rp2.026.000 perbulan.

“Kami berharap November ini ada keputusan ditetapkan pusat untuk peserta yang lolos, sehingga awal Desember mereka bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dan kami berharap tahun depan program ini dapat berlanjut. Dengan demikian kontrak mereka bisa dilanjutkan hingga akhir Desember 2016. Karena yang lulus tahun ini kontraknya hanya hingga 31 Desember 2015,” sebut Jauhar. (jay/sul/hmsprov)   

MUNAS HIDAYATULLAH. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menghadiri Munas ke-IV Hidayatullah di Balikpapan Sabtu (7/10). Pada acara yang dihadiri Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla itu Gubernur menyampaikan sambutan dan menyerahkan beasiswa Kaltim Cemerlang. (fajar/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait