50 Rumah untuk Komunitas Adat Terpencil Dibangun di Desa Sekulit

50 Rumah untuk Komunitas Adat Terpencil Dibangun di Desa Sekulit

 

SAMARINDA-Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Sosial terus berkomitmen memberikan dukungan dan bantuan untuk masyarakat di daerah agar menikmati kehidupan yang lebih layak diantaranya membangun rumah layak huni bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Diantaranya, proyek pembangunan 50 unit rumah KAT  yang berlokasi di Desa Sekulit, Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser yang  telah selesai dikerjakan dengan pendanaan bersumber dari APBN Tahun 2014.

“Proyek pembangunan 50 unit rumah KAT di Desa Sekulit saat ini sudah rampung dan sudah bisa difungsikan warga,” kata Kepala Dinas Sosial Kaltim Hj Siti Rusmalia Idrus didampingi Kasi Pemberdayaan KAT Syarifuddin, Kamis (4/12).

Menurut dia, proyek pembangunan rumah untuk  warga komunitas terpencil merupakan program pemerintah pusat khususnya Kementerian Sosial dalam upaya memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat pedalaman dan terpencil.

Dulu kegiatan pusat ini lanjutnya, dikenal dengan program pembangunan rumah bagi warga masyarakat terasing bahkan ada menyebut suku terasing. Namun, kemudian diubah menjadi program pembangunan rumah bagi Komunitas Adat Terpencil.

Di Kaltim dalam tahun 2014 ini telah dipilih di Desa Sekulit Kabupaten Paser untuk pembangunan rumah bagi warga setempat yang termasuk dalam program pusat untuk rumah KAT sebanyak 50 unit.

“Pihak kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan rumah KAT di Desa Sekulit telah melapor dan sebagai satuan kerja yang bertanggung jawab menangani proyek juga telah melakukan pemeriksaan di lapangan secara langsung,” jelasnya.

Rumalia mengakui proyek rumah KAT di Desa Sekulit beberapa waktu lalu juga ditinjau langsung sehingga November lalu proyek tersebut dipastikan telah rampung dikerjakan dan siap diserahterimakan kepada warga KAT setempat. (yans/sul/es/hmsprov)

 

///Foto : Hj Siti Rusmalia Idrus (kedua kanan) bersama warga Desa Sekulit yang memperoleh bantuan rumah Komunitas Adat Terpencil. (ist)

Berita Terkait