Akses Long Pahangai - Tiong Ohang Sudah Tembus

Akses Long Pahangai - Tiong Ohang Sudah Tembus

 

SAMARINDA - Akses infrastruktur jalan dari Kecamatan Long Pahangai menuju Desa Tiong Ohang Kecamatan Long Apari sepanjang 95 kilometer akhirnya berhasil tembus setelah prajurit Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) turun tangan dalam menuntaskan sisa akses jalan yang belum terbuka sepanjang 4,5 kilometer.

Koordinator Wilayah Kaltim dari Kementerian Pertahanan RI Kolonel Agus Subagyo mengatakan bahwa jalan tembus Long Pahangai-Long Apari merupakan komitmen dirinya saat memimpin rombongan kunjungan kerja di perbatasan negara pada Oktober lalu. "Syukurlah, akhirnya jalan sudah bisa tembus. Prajurit Denzipur yang diturunkan sebanyak 25-30 prajurit yang melakukan pembukaan jalan," katanya.

Upaya dalam membuka jalan tembus, kata Agus, menjadi tantangan bagi prajurit Denzipur. Pasalnya, pengerjaan membuka jalan itu terkendala dengan kondisi cuaca dalam keadaan hujan. "Meski hujan, pengerjaan tetap dilakukan. Tiga alat berat yang digunakan untuk membuka jalan dari Long Pahangai akhirnya sudah berada di Tiong Ohang. Itu artinya jalan sudah bisa dilalui oleh mobil double karena kondisi jalan tanah yang sudah berkeras. intinya jalan sudah bisa dilalui," katanya.

Agus mengatakan, bahwa jalan darat Kecamatan Long Pahangay menuju Tiong Ohang Kecamatan Long Apari sempat terputus di Desa Long Lunuk, Long Pahangay sehingga jalan yang harus dilalui menuju Tiong Ohang menjadi berliku-liku dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Harus melintasi jalan tanah dan berlumpur serta menyeberangi sungai dengan bebatuan dan sungai dengan arus deras setinggi pintu mobil," katanya.

Infrastruktur jalan yang sudah bisa diakses tersebut akhirnya dapat membantu perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Tiong Ohang. "Jalan sudah bisa dilintasi oleh truk pembawa sembako dan kebutuhan lainnya. Dengan bisa dilalui oleh truk pembawa sembako, kebutuhan sembako sudah tidak lagi mahal seperti sebelumnya," katanya.

Dengan rampung jalan menuju Tiong Ohang, Agus mengatakan, prajurit Denzipur rencananya akan membangun prasasti dari batu gunung yang berukuran besar sebagai simbol penghargaan bagi pihak yang terlibat dalam membuka keterisoliran akses jalan di kawasan perbatasan. "Ini bukti keseriusan kita dalam membangun kawasan perbatasan dengan berupaya membuka akses jalan yang selama ini belum terbuka," katanya. (rus/hmsprov)

Berita Terkait