Awang :Warga Keturunan Tionghoa Bagian Dari Bangsa Indonesia

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan pemerintah memberikan perhatian yang sama dengan warga keturunan Tionghoa, yang merupakan bagian dari Bangsa Indonesia.

Demikian juga  Pemprov Kaltim memberikan kebebasan kepada warga keturunan Tionghoa untuk beraktifitas dengan baik.Terutama dalam membangun budaya dan adat istiadat yang tentunya tidak bertentangan dengan hukum di negeri ini. Karena itu warga Tionghoa di daerah ini, tentunya harus berpartisipasi dalam pembangunan.

“Setiap tahun saya selalu mengikuti dan menghadiri perayaan Imlek maupun Cap Go Meh di Samarinda.Ini bagian perhatian kami,” kata Awang Faroek Ishak ketika menghadiri perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Thien IE Kong Samarinda, Senin (22/2). Awang berharap budaya yang dikembangkan warga Tionghoa dapat dinikmati dan ketahui masyarakat.

Pada masa Presiden Abdurrahman Wahid menetapkan keyakinan Khonghucu diakui sebagai salah satu Agama yang dikaui negara. Bahkan Dirjen Khonghucu telah dibentuk di Kementerian Agama, sehingga saat ini ada bagian yang menangani keagamaan Khonghucu.Diharapkan di Kaltim juga dapat dibentuk bidang maupun seksi yang menangani masalah keagamaan Khonghucu.

“Dengan kondisi tersebut, kita dapat mengatur kelembagaan agama di daerah ini dengan baik, khususnya Agama Khonghucu,” jelasnya.

Ketua Federasi Olahraga Barongsay Indonesia (FOBI) Kaltim Robin Jonathan berharap Budaya Tionghoa menjadi bagian dari Budaya Indonesia.Contohnya pertunjukan Barongsay.

“Diharapkan budaya ini dapat memperkokoh kesatuan dan persatuan. Warga Tionghoa diharapkan tidak dianggap eksklusif. Artinya, warga Tionghoa adalah bagian dari Bangsa Indonesia,” jelasnya.(jay/hmsprov)

Berita Terkait