Awang Yakin 2030 SDM Kaltim Lebih Berkualitas


 

SAMARINDA - Bonus demografi akan terjadi di Kaltim pada 2030 nanti.  Menurut Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Kaltim harus mampu memanfaatkan bonus demografi itu dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang berkualitas.

Hal ini menjadi perhatian serius Gubernur Awang Faroek yang sejak periode pertama kepemimpinannya telah bekerja keras untuk menyiapkan SDM Kaltim yang berkualitas di masing-masing bidang, baik teknik, seni hingga olahraga. Melalui berbagai upaya yang telah dilakukan, Gubernur berharap bonus demografi nantinya benar-benar akan dinikmati rakyat Kaltim.

“Jadi, meski saat ini kekayaan alam masih ada, tetapi ke depan sumber daya tersebut tidak dapat diperbaharui. Namun kita harus memanfaatkan momen bonus demografi yang akan terjadi sekitar tahun 2030 nanti. Dengan berbagai persiapan yang sudah kita lakukan dari sekarang, saya yakin SDM Kaltim akan semakin berkualitas pada saat itu,” kata Awang Faroek Ishak di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (23/12).

Kondisi tersebut, saat ini semakin terlihat. Mulai dari prestasi anak-anak Kaltim yang kini telah memberikan kebanggaan bagi Negara khususnya bagi daerah. Contoh prestasi anak SMAN 10 Samarinda meraih juara pertama lomba poster di even konferensi internasional antarpelajar di Thailand. Kemudian di cabang olahraga atlet Kaltim meraih juara kedua di ajang Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina dan ditambah Darwin NT (BIMPD-EAGA) Friendship Games ke-9. Begitu juga prestasi di bidang seni anak-anak Kaltim berhasil meraih prestasi di tingkat internasional ketika ajang Poland Caravan Culture Festival Internasional 2016 di Polandia baru-baru ini.

“Dari prestasi anak-anak Kaltim ini, saya yakin ke depan kita mampu meraih bonus demografi tersebut. Sehingga yakinlah ke depan SDM Kaltim semakin berkualitas,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Awang, saat ini kita sudah membangun sarana pendidikan, mulai bidang olahraga, teknik hingga seni, yaitu adanya Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Tenggarong dan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim di Samarinda.

“Itu semua bagian dari upaya Pemprov Kaltim untuk mewujudkan bonus demografi tersebut bagi rakyat Kaltim, sehingga SDM Kaltim tidak kalah bersaing dengan bangsa lain,” jelasnya. (jay/sul/es/humasprov

Berita Terkait