Bangun Infrastruktur dan Kualitas Pelayanan Perijinan

Upaya Kaltim Tarik Minat Investor

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan faktor utama untuk menarik investasi ke suatu daerah adalah ketersediaan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kinerja birokrasi pemerintahan.

Menurut dia, Pemprov Kaltim terus menyiapkan infrastruktur pendukung pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, menyiapkan ketersediaan jumlah dan kualitas tenaga kerja dengan program-program pelatihan maupun pengembangan sekolah-sekolah kejuruan yang memiliki kurikulum  bercirikan muatan lokal.

Disamping itu, lanjut dia, pemerintah juga menerapkan kebijakan-kebijakan reformasi  birokrasi dalam hal pelayanan perijinan investasi serta kebijakan insentif bagi investasi yang memiliki rantai nilai yang panjang dalam proses produksi serta berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Kebijakan-kebijakan yang disiapkan ini guna mengantisipasi kenaikan Indeks Gini pada tahun-tahun berikutnya, melalui strategi pengurangan beban ekonomi kelompok masyarakat berpendapatan rendah (program raskin, jamkesprov, beasiswa masyarakat miskin) serta melaksanakan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan seperti pemberian bantuan modal berusaha,” kata Awang Faroek belum lama ini.

Awang Faroek menjelaskan hingga 10 tahun ke depan, modal dasar Kaltim dalam membangun masih tergantung pada eksplorasi SDA. Karena itu, tidak dapat dipungkiri dalam 10 tahun ke depan Pemprov masih mengedepankan sektor ini sebagai sektor dominan  dalam menggerakkan roda perekonomian di Kaltim.

Namun sebut dia, dalam konteks pembangunan ekonomi hijau, 10 tahun ke depan kebijakan-kebijakan eksplorasi SDA sudah harus memperhitungkan dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan.

Disamping juga pemanfaatan hasil ekplorasi SDA akan difokuskan pada upaya shifting struktur ekonomi dengan menciptakan faktor-faktor pendukung hilirisasi produk pertanian dalam arti luas yang selanjutnya diharapkan menjadi sektor pendukung perekonomian Kaltim pada tahapan selanjutnya.

Pemprov sangat serius untuk mewujudkan pembangunan ekonomi hijau di Kaltim, hal itu dibuktikan dengan penandatangan nota kesepahaman bersama antara Pemprov dengan Global Green Growth Institute (GGGI) yang menekankan pada penerapan kebijakan pembangunan yang mempertimbangkan lima aspek green economy.

“Kelima aspek itu adalah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, ekosistem yang produktif dan terjaga, pertumbuhan yang adil dan merata, ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan serta penurunan emisi gas rumah kaca,” beber Awang.

Selain itu, strategi utama yang disusun dalam RPJMD Kaltim 2013-2018 adalah mengembangkan iklim usaha dengan biaya produksi rendah.  (her/sul/es/hmsprov).

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (berdiri) menerima Investor dari Cina.(johan/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation