Disbudpar Sukses Gelar Pekan Budaya Dayak Kaltim

Disbudpar Sukses Gelar Pekan Budaya Dayak Kaltim

 

SAMARINDA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diskebudpar) Kaltim, sukses menyelenggarakan pekan Budaya Dayak Kaltim 2015 yang dilaksanakan di Museum Nasional Jakarta.

“Pelaksanaan pekan Budaya Dayak Kaltim yang kami laksanakan pada 27-30 April lalu, merupakan partisipasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim dalam rangka merayakan dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-237 Museum Nasional," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim, HM Aswin didampingi Kepala Bidang Bina Usaha Jasa dan Sarana Pariwisata, Antony Rakhman.  

Dia menyebutkan selama empat hari bersama 1.034 orang anak dari berbagai Sekolah Dasar (SD) yang didampingi 105 orang guru datang untuk belajar menari dan aneka kerajinan Dayak Kaltim. 

“Para siswa SD tersebut selama berkunjung di stand arena Kaltim oleh guru tari dari Samarinda, Kukar dan Anjungan Kaltim di Jakarta, diberikan pelatihan menari serta bimbingan cara membuat kerajinan dayak, sepeti membuat gelang manik-manik dan kerajinan lainnya,” jelasnya.

Ditambahkan , untuk workshop menganyam gelang yang di berikan fasilitator dari Yayasan Total Indonesia merupakan keterampilan masyarakat dayak Aoheng. Yang memang dilestarikan karena terancam punah.  Serta pengenalan motif Cahung yang  proses awal sejak pengambilan pandan hutan di tepi sungai hingga pewarnaan alam dengan 3  warna dasar,  hitam, kuning dan merah. Lamanya pembuatan dan kegunaan cahungpun disampaikan, yang membuat decak kagum anak-anak.

"Dalam kegiatan itu ada juga workshop kuliner, serta tata cara membuat kue khas Kaltim seperti kue cincin, kue kicak dan elat sapi," ujarnya.

Selain itu, lanjut Aswin juga ada rute jelajah museum,  dimana benda-benda bersejarah baik berupa anyaman ritan  seperti anjat maupun berbagai ukiran yang di display rapi dan menarik dalam ruang kaca, ditambah diorama yang dikirim khusus dari Anjungan Kaltim TMII menambah pengetahuan anak-anak akan kekayaan Kaltim dan pengunjung pada umumnya.

"Apa yang dilakukan tersebut merupakan upaya kita dalam memperkenalkan budaya dan produk kerajinan khas Kaltim kepada khalayak umum dan khususkan kepada para siswa-siswi di luar Kaltim, "tandasnya.

Puncak kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan selama empat hari di Taman Sanken, dilakukan tarian burung enggang yang diikuti oleh 250 siswa-siswi,  dan atraksi sumpit serta tari hudoq. Para siswa-siswi yang mengikuti tarian  merasa gembira bisa belajar tari dan cara membuat kerajinan khas Kaltim.

“Penutupan  pekan Budaya Dayak Kaltim 2015 secara resmi dilakukan perwakilan Kemenham Edi Sedyawati (mantan Dirjen Kebudayaan sekaligus penasehat Yayasan Sekar Nusa),” papar Aswin.(mar/adv)

//Foto: Pekan Budaya Dayak menampilkan tarian yang diikuti para pelajar SD. (syaiful/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait