Disbun Sertifikasi 4,58 Juta Bibit Tanaman Perkebunan

SAMARINDA - Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pengawasan Benih Perkebunan telah melakukan sertifikasi terhadap 4,58 juta bibit tanaman perkebunan di wilayah Kaltim.

Sertifikasi yang dilakukan sepanjang tahun 2015 terdiri sebanyak 1,29 juta bibit dan sekitar 2,5 juta kecambah sawit.

Sebanyak 133.925 bibit lada dan 503.361 bibit karet. Termasuk 18.014 kecambah aren dan 11.740 bibit aren. Sekitar  36.105 bibit kakao dan  sebanyak 82.700 bibit kelapa dalam.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Hj Etnawati mengatakan proses sertifikasi dilakukan dalam upaya memberikan jaminan bagi masyarakat pekebun terhadap mutu fisik, fisiologis dan genetis benih sawit.

Sebab, menurutnya benih merupakan faktor awal dan kunci utama dalam keberhasilan usaha perkebunan.

“Pentingnya sertifikasi benih perkebunan guna mencegah terjadi peredaran benih palsu atau tidak bersertifikat yang saat ini kondisinya semakin marak beredar di masyarakat,” kata Etnawati.

Berkaitan hal tersebut, Etna mengimbau agar petani maupun pengusaha perkebunan untuk selalu membeli benih maupun bibit bersertifikat. Ini bertujuan untuk menjamin kualitas benih maupun bibit yang ditanam.

“Jangan sampai sudah tahunan ditanamn dan menghabiskan banyak biaya ternyata tidak membuahkan hasil atau produksi tidak optimal. Sebab tidak menggunakan benih unggul,” ungkap Etnawati.

Di  Indonesia untuk benih kelapa sawit ada sepuluh perusahaan ditunjuk sebagai sumber benih resmi yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

Sepuluh perusahaan tersebut yakni Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT Socfindo Medan, PT London Sumatera (Lonsum) Medan, PT Bina Sawit Makmur (Sampoerna Agro) Sumatera Selatan dan PT Dami Mas (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Pekanbaru.

Kemudian PT Tunggal Yunus Estate (Asian Agri Group) Riau dan PT Tania Selatan (Wilmar International) Sumatera Selatan, PT Bakti Tani Nusantara Batam, PT Sarana Inti Pratama (Salim Grup) Pekanbaru dan PT Sasaran Eksan Mekarsari (Mekarsari) Bogor.(yans/hmsprov)

Berita Terkait