Gubernur Lepas Rombongan Bakti Sosial ke Perbatasan

Gubernur Lepas Rombongan Bakti Sosial ke Perbatasan

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim melepas keberangkatan rombongan bakti sosial (baksos) Kementerian Pertahanan dan Pemprov Kaltim menuju kecamatan perbatasan Indonesia - Malaysia, yakni Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, Kabupaten Mahulu. Pelepasan rombongan dilakukan gubernur di halaman Kantor Gubernur, Rabu (14/10).

Rombongan bakti sosial ini akan melakukan perjalanan panjang (longtrip) melalui jalur darat. Demi kelancaran perjalanan rombongan yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang tersebut, panitia telah menyiapkan kendaraan 4 wheel drive (WD) alias double garden.

"Saya berharap, kegiatan bakti sosial ini berjalan dengan baik, pulang sehat dan kembali dengan sehat. Ingat, jaga kesehatan selama dalam perjalanan," pesan Awang Faroek Ishak kepada para rombongan yang akan kembali pulang pada 22 oktober mendatang.

Awang menyampaikan bahwa wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kaltim terdapat di Kabupaten Mahulu yang memiliki peranan yang sangat penting baik secara ekonomi, geo politik serta pertahanan keamanan. Pada zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kawasan perbatasan selalu disebut sebagai beranda NKRI.

"Saat sekarang ini di era pemerintahan Jokowi ini,  kita mengenal Nawacita. Dalam Nawacita ke-3 disebutkan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan," tambahnya.

Awang mengakui, bahwa sudah tidak dapat dihindari interaksi masyarakat perbatasan dengan masyarakat negara tetangga Malaysia yang lebih sering dilakukan terutama dalam hal aktifitas pemenuhan kebutuhan ekonomi.

"Hal itu berpotensi memunculkan permasalahan disintegrasi bangsa bila tidak ada langkah preventif Pemerintah Indonesia dari level pusat sampai daerah. Gerakan ini adalah langkah preventif yang tepat," katanya. 

Lebih jauh Awang menjelaskan, selama ini Pemrov Kaltim telah memberikan perhatian sangat besar terhadap pembangunan wilayah perbatasan. Kebijakan yang diambil adalah membangun infrastruktur kawasan perbatasan. Diantaranya, yakni membangun jalan poros dan jalan akses perbatasan, membantu TVRI dengan cara menyewakan parabola sehingga siaran TVRI dapat ditangkap oleh masyarakat perbatasan yang selama ini hanya bisa menangkap siaran TV Malaysia.

"Kita sudah bangun menara-menara telekomunikasi di perbatasan. Harapan kita, tidak ada lagi blank spot area. Stasiun-stasiun RRI juga sudah dibangun sehingga RRI Samarinda dapat direlay di semua kawasan perbatasan," jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga sudah mengembangkan 4 Bandara di perbatasan yakni di Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu, Long Apung di  Malinau, Long Bawan di Nunukan dan Bandara Maratua di Berau yang berbatasan dengan Philipina. 

"Untuk bidang kesehatan sudah dibangun Rumah Sakit Pratama di semua daerah perbatasan, beasiswa khusus bidang tenaga kesehatan untuk dokter, paramedis, bidan, apoteker dan asisten apoteker serta analis," ujar Awang.

Pemprov Kaltim juga turut membangun sarana pendidikan seperti SMP dan SMA di perbatasan dan memberikan Beasiswa Kaltim Cemerlang kepada para pelajar  asal perbatasan.

Secara khusus, Gubernur memberikan apresiasi kepada peserta rombongan yang berasal dari Kutai Barat dan Mahulu, instansi vertikal, SKPD Pemprov Kaltim, komunitas dan media massa.

Serangkaian kegiatan bakti sosial dilakukan pada 17 Oktober mendatang di Kecamatan Long Pahangai dan 19 Oktober di Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu. 

Rangkaian perjalanan jalan darat dari Samarinda menuju Kecamatan Tering kabupaten Kutai Barat dan dari Kecamatan Tering menuju Kabupaten Mahakam Ulu yakni Kecamatan Long Hubung - Laham – Long Bagun – Long Pahangai – Long Apari/Kampung Tiong Ohang yang berbatasan dengan negara Malaysia

Berbagai kegiatan telah disiapkan terkait bakti sosial tersebut.  Antara lain penyuluhan keluarga sejahtera dari BKKBN Kaltim,  pengobatan massal yang merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Pertahanan dengan program Nusantara Sehat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kaltim. Selain itu, masih banyak lagi kegiatan sosial lainnya yang sangat diharapkan dapat membantu masyarakat perbatasan. Juga akan diserahkan bantuan peralatan sekolah dan peralatan olahraga.

"Saya berharap kegiatan bakti sosial ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat perbatasan pada khususnya dan semua pihak pada umumnya. Sehingga dapat memancing kegiatan-kegiatan serupa lainnya untuk dapat lebih sering dilaksanakan," katanya.  (rus/sul/hmsprov)

////Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak melakukan salam komando dengan Kepala Koodinator Daerah Provinsi Kaltim Kolonel Laut Agus Subagyo saat pelepasan rombongan bakti sosial ke daerah-daerah perbatasan. (fajar/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation