Jamaah Tertunda Diminta Bersabar

-Pemerintah Arab Saudi kurangi 20% kuota haji dunia

 

 SAMARINDA - Pemerintah Arab Saudi melalui surat Kementerian Arab Saudi, Kamis 6 Juni 2013 menyampaikan kebijakan pengurangan 20% jamaah haji dunia akibat keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram, lantai 1, 2 dan 3. Kebijakan ini diambil  demi menjamin keselamatan jamaah haji. Kebijakan ini berlaku bagi jemaah dari 53  negara Negara pengirim jamaah haji tanpa terkecuali. 

Akibat pengurangan ini, kuota haji Indonesia yang pada 2013 berjumlah 211.000 jamaah, akan dikurangi sekitar 42.200 orang. dengan demikian, jamaah haji Indonesia yang akan berangkat hanya 168.800 jamaah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, HM Kusasi menjelaskan, kuota jamaah haji Kaltim berjumlah 2.819 orang. Dengan adanya kebijakan ini, jumlah jamaah haji akan  dikurangi 20%  atau 558 orang. Jumlah ini masih akan dikurangi 236 orang yang tidak melunasi sampai dengan batas waktu pelunasan, 12 Juni 2013 yang lalu. Sehingga jumlah calon jamaah haji Kalimantan Timur tahun 2013 yang telah melunasi dan tertunda keberangkatannya sebanyak 322 orang.

“Kepada calon jamaah haji yang kemungkinan akan terkena  dampak dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait pengurangan kuota ini, Kementerian Agama menjamin akan kepastian mendapatkan alokasi kuota keberangkatan pada tahun 2014 dan tidak akan dikenakan biaya tambahan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) apabila terjadi selisih lebih pada tahun 2014,” jelas Kusasi.

Kusasi menambahkan, berdasarkan pertemuan para Kakanwil Kementerian Agama dan Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama pada 13 Juni 2013 di Jakarta, dijelaskan bahwa cara pengurangan atau pemotongan calon jamaah haji yang lunas tunda adalah diambil dari nomor urut porsi terendah atau yang terakhir dari tahun, bulan waktu pendaftarannya.

“Untuk calon jamaah haji yang lunas tunda tahun 2013 sebanyak 322 orang akan ditetapkan oleh Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI di Jakarta,” imbuhnya.

Kusasi melanjutkan, hingga saat ini sesungguhnya pemerintah Indonesia masih melakukan komunikasi dan negoisasi dengan pemerintah Arab Saudi diantaranya mengusulkan agar pengurangan jamaah hanya 10%, mengingat Indonesia menjadi Negara terbesar di dunia yang mengirimkan jamaah haji setiap tahunnya.

“Pemerintah masih mengupayakan agar 180.000 calon jamaah haji dari Indonesia bisa berangkat. Tentu ini akan berdampak juga bagi haji asal Kaltim,” sambungnya.

Keterlambatan rehabilitasi Masjidil Haram berakibat pada berkurangnya kapasitas daya tampung tempat tawaf yang ketika kondisi normal dapat menampung jamaah sebanyak 48.000 dalam satu ja. Saat rehabilitasi ini jamaah yang dapat ditampung hanya sekitar 22.000 jamaah dalam satu jam. Jika dipaksakan, tentu akan sangat berbahaya.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menghimbau kepada masyarakat dan seluruh calon jamaah haji Kalimantan Timur untuk bersama-sama bedoa agar upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia berhasil dengan baik. Kusasi juga berharap para calon memahami kebijakan Pemerintah Arab Saudi ini karena tujuannya untuk keselamatan jamaah haji.

“Kepada calon jamaah haji yang terkena kebijakan Pemerintah Arab Saudi (lunas tunda) agar dapat bersabar dan dapat mengambil hikmah dari kondisi ini,” pesan Kusasi. (sul/hmsrov)

Foto : HM Kusasi

Berita Terkait
Government Public Relation