Jumlah Konsumsi Ikan Kaltim Lampaui Rata-rata Nasional

 Sentuh Masyarakat Hingga ke Pedesaan

 

SAMARINDA - Setelah menjalankan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim menyebutkan bahwa konsumsi ikan di Kaltim hingga akhir November 2015 telah mencapai 41 persen atau 41 kilo per kapita setiap tahunnya dari target sebesar 43,6 persen atau 43,6 kilo per kapita. Bahkan, jumlah konsumsi ikan di Kaltim ini telah melampaui konsumsi ikan di Indonesia yang tahun ini ditargetkan mencapai 37 kilo per kapita.

Data ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik, karena Kaltim memasang target sebesar 46,3 persen konsumsi ikan dalam program Gemarikan yang telah dilaksanakan sejak 2012. Berarti, target konsumsi ikan yang digalakkan melalui Program Gemarikan ini telah tercapai lebih dari 90 persen. 

“Ini tentu menggembirakan, karena kita sudah melampaui rata-rata konsumsi ikan di Indonesia. Berarti tinggal bagaimana kita memaksimalkan terus potensi perikanan yang sekarang dimiliki Kaltim,” kata Kepala DKP Kaltim Dr Nursigit, Jumat (4/12). 

Dilanjutkan  Nursigit, dalam implementasinya, Gemarikan dilaksanakan terstruktur mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Di Kaltim sendiri, DKP Provinsi Kaltim bekerjasama dengan Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tiap-tiap kabupaten/kota bahkan masuk ke setiap Tim PKK di kelurahan hingga desa-desa. 

“Masyarakat perlu tahu bahwa ikan ini mengandung begitu banyak zat-zat yang berguna untuk tubuh. Dengan Program Gemarikan, kami mencoba untuk mengajak semua lapisan masyarakat agar gemar makan ikan,” jelas Nursigit.

Pada tahun 2014 saja, total hasil produksi perikanan tangkap di laut dan perairan umum mencapai jumlah 139 ton. Sementara untuk perikanan budidaya, mencakup budidaya tambak, keramba, laut, sawah, jaring apung laut dan tawar, serta budidaya rumput laut cottoni mencapai total produksi sebesar 510,351 ton.

Jumlah ini hanya jumlah di perairan yang telah dimanfaatkan, belum termasuk lahan-lahan yang memiliki potensi besar untuk dijadikan tempat dilaksanakannya usaha perikanan bagi masyarakat. Nursigit memaparkan pula potensi pesisir pantai Kaltim seluas 280 km yang terbentang dari Kabupaten Paser hingga Kabupaten Berau. 

“Saat ini kami juga tengah membuat program untuk memaksimalkan pemanfaatan daerah pesisir, karena banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari penangkapan hingga konservasi perikanan,” imbuhnya. 

Potensi perikanan Kaltim yang meskipun masih perlu terus diawasi semenjak berpisah dengan Provinsi Kaltara memang masih sangat besar. Jika potensi ini terus dimaksimalkan, maka akan berdampak positif pula pada jumlah konsumsi ikan di Kaltim.

“Karena itulah dalam mensosialisasikan Gemarikan, kita tidak hanya memaparkan pentingnya mengonsumsi ikan, namun juga besarnya potensi perikanan di Kaltim jika dikelola dengan baik dan benar,” tutup Nursigit. (aka/sul/hmsprov)

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dengan Program Gemarikan, Pemprov Kaltim mengajak semua lapisan masyarakat agar gemar makan ikan karena sangat berguna untuk kesehatan tubuh. (dok/humasprov kaltim).

Berita Terkait