Kabupaten/Kota di Kaltim Memiliki Desa Tangguh Bencana Pada 2018

Kabupaten/Kota di Kaltim Memiliki Desa Tangguh Bencana Pada 2018

 

SAMARINDA -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim  terus eksis  melakukan langkah  untuk  mengurangi bahaya bencana. Selain itu juga melakukan penanganan setelah terjadi bencana dengan membangun desa-desa tangguh bencana di masing-masing kabupaten dan kota. 

"Kita menargetkan 2018  setiap kabupaten dan kota  sudah  terbangun setidaknya dua  desa tangguh bencana," kata Kepala BPBD Kaltim H Wahyu Widhi Heranata, akhir pekan lalu.

Dijelaskan, sejumlah desa  saat ini sudah  ditunjuk  untuk  menjadi desa tangguh bencana. Masyarakat desa itu akan  dididik terhadap tanggap bencana, sehingga siap secara kelembagaan maupun sumber daya manusia. Termasuk terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana penanggulangan bencana di masing-masing desa.

"Apabila terjadi bencana, sejumlah relawan desa tangguh bencana  yang pertama memberikan pertolongan.  BPBD Kaltim dan BPBD kabupaten/kota se-Kaltim serta lembaga penanggulangan bencana lainnya akan terus berupaya  mengurangi resiko bencana," ujarnya.

Jadi sekarang,  bukan jamannya ketika terjadi bencana baru melakukan aksi di lapangan. Tetapi bagaimana  mengurangi resiko bencana. Carannya, dengan melaksanakan apel siaga dan simulasi-simulasi penanggulangan bencana.

"Contohnya simulasi kebakaran permukiman warga, kecelakaan dan kebakaran hutan dan lahan," jelas Wahyu Widhi.

Ditambahkan, pengembangan desa tangguh bencana  didukung melalui  pendanaan APBN.  Pada 2014 APBN digunakan untuk pembangunanan dua desa tangguh bencana di Kota Samarinda  dan  APBN 2015 untuk pembangunan dua desa tangguh bencana, masing-masing di Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Panajam Paser Utara (PPU). Sedangkan dari APBD 2015 direncanakan  untuk membangun dua desa, masing-masing di Paser dan Kutai Barat. 

"Dengan terbangunnya desa tangguh bencana di setiap kabupaten/kota, tentu diharapkan bisa cepat melakukan pertolongan pertama  apabila terjadi bencana, sebelum banyak jatuh korban," kata Wahyu Widhi.

Desa tangguh bencana  sangat penting,  karena Kaltim termasuk daerah rawan bencana. Walaupun demikian Kaltim sudah siap menghadapi semua itu. Karena saat ini Kaltim telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), begitu juga kabupaten/kota  serta desa tangguh bencana.

"Selain pemerintah, sejumlah perusahaan juga diimbau memiliki lembaga penanggulanggan bencana, sehingga dapat mendukung pemerintah dalam mengatasi bila terjadi bencana. Pemprov Kaltim merespon baik lembaga yang  sudah dibentuk, termasuk adanya LSM yang bergerak di bidang penanggulangan bencana di daerah," paparnya. (mar/sul/es/hmsprov)

///FOTO : Simulasi penanganan bencana di Kaltim.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait