Kaltim Berguru ke Pandeyan Yogyakarta

Tidak salah jika Kelurahan Pandeyan, Kota Yogyakarta meraih penghargaan sebagai kelurahan terbaik pada lomba kelurahan/desa tingkat nasional tahun ini. Sejumlah program yang mengantarkan kelurahan ini meraih predikat kelurahan terbaik, dengan program kampung hijau dan pengembangan kawasan hijau Sungai Gajah Wong serta Sapaan Anak Kos.   
Setelah sebelumnya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim serta lurah/kepala desa  peraih empat besar lomba desa/kelurahan tingkat provinsi Kaltim mengunjungi Desa Pilang Rejo, Kabupaten Demak peraih desa terbaik tingkat nasional, rombongan juga melakukan kunjungan ke Kelurahan Pandeyan, Kota Yogyakarta.  
Kelurahan Pandeyan, akhir-akhir ini kian banyak mendapat kunjungan. Wajar saja, karena kelurahan yang masuk Kecamatan Umbul Harjo ini berhasil meraih penghargaan Kelurahan Terbaik Lomba Kelurahan/Desa Tingkat Nasional 2013, dengan  menyisihkan 8.309 kelurahan se-Indonesia.     Sedangkan Kaltim,  yang diwakili Kelurahan Manggar Baru Balikpapan harus puas meraih peringkat ketiga, namun begitu prestasi tersebut juga sangat membanggakan mengingat lomba kelurahan/desa setanah air ini persaingannya sangat ketat.  
Rombongan yang dipimpin Kepala BPMPD Kaltim H Moh Jauhar Efendi, diterima Sekda Kota Yogyakarta, Titik Sulastri beserta jajarannya di Kantor Pemkot Yogyakarta. Beberapa hal yang mengemuka dalam pertemuan itu adalah keinginan Pemprov Kaltim melihat langsung Kelurahan Pandeyan serta menggali informasi serta kiat bagaimana Pandeyan dapat meraih predikat terbaik.  
“Kita sudah sering mendengar istilah tuntutlah ilmu ke negeri Cina, tetapi kali ini kita ganti, tuntutlah ilmu ke Pandeyan,” seloroh Jauhar Efendi.  
Jauhar mengatakan, lomba kelurahan/desa tingkat nasional mendatang,  Kaltim akan diwakili Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda yang pada tahun ini berhasil meraih juara pertama lomba serupa untuk tingkat provinsi. Selain Lurah Loa Bahu, juga turut lurah/kepala desa peraih empat besar lomba di tingkat provinsi guna menambah wawasan serta pengetahuan yang nantinya  bisa diterapkan dalam upaya peningkatan pelayanan pembangunan pedesaan/kelurahan.  
“Bahkan Wakil Walikota Samarinda, Bapak Nusyirwan Ismail turut bersama kita, untuk juga belajar ke Pandeyan, tentu ini salah satu bentuk komitmen dukungan wakil Kaltim pada lomba kelurahan tingkat nasional tahun depan” tutur pria yang pernah menjabat Kepala Biro Humas dan Protokol Kaltim ini.  
Usai pertemuan dengan jajaran  Pemkot Yogyakarta, rombongan menuju Kelurahan Pandeyan dengan waktu tempuh sekitar 25 menit dari Kantor Walikota Yogyakarta. Kantor Kelurahan Pandeyan tidak terlalu besar, terletak sekira 30 meter dari jalan besar, menuju ke sana kita harus berjalan kaki masuk ke dalam selebar gang tiga meter.  Memasuki kantor Lurah Pandeyan, pandangan kita langsung tertuju pada deretan piala dan piagam penghargaan yang diraih kelurahan  ini, diletakan pada sisi kiri kanan dinding tangga menuju ruang pertemuan.  
Lurah Pandeyan Sulasmi menuturkan keberhasilan yang diraihnya tidak semata-mata karena kepemimpinannya tetapi juga pembangunan dan kepemimpinan yang berkelanjutan dari  lurah-lurah sebelumnya, karena tidak mudah meletakkan dasar pembangunan dengan modal sosial warga sekitar.
“Tidak mudah mengubah cara berpikir warga yang tadinya acuh dengan lingkungan menjadi peduli dan berpartisipasi dalam pembangunan di sekitar,” ujar Sulasmi.  
Keberhasilan yang saat ini diraih Kelurahan Pandeyan, menurut alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri  (STPDN) ini,  sebenarnya bukanlah  tujuan, tetapi  merupakan  dampak dari hal-hal postif dan inovatif yang dikembangkan kelurahan Pandeyan.  
Sejumlah program unggulan yang menjadikan Pandeyan sebagai kelurahan terbaik nasional diantaranya, partisipasi masyarakat program Kampung Hijau, pemberdayaan warga lanjut usia melalui sanggar batik, serta Sapaan Anak Kos.  
“Ada program sapaan anak kos, karena di wilayah Pandeyan banyak terdapat kos yang dihuni kebanyakan mahasiswa dari luar daerah, kita emong mereka seperti mereka di daerah asalnya sehingga mereka juga peduli dengan lingkungan,” kata Sulasmi.   
Dalam program Kampung Hijau, partisipasi warga Pandeyan sangat tinggi. Mereka sadar  pentingnya lingkungan yang hijau, bersih dan sehat dan berhasil menyulap lahan-lahan sempit di perkampungan menjadi asri.
Terutama warga di wilayah Gambiran yang berbatasan dengan Sungai Gajah Wong yang rentan bencana banjir, berawal dari  kesadaran masyarakat setempat akan lingkungan menjadi hijau dan nyaman, mereka kemudian melakukan  perbaikan lingkungan dengan penanaman pohon serta menata kawasan Sungai Gajah Wong.  
Lurah Loa Bahu, Samarinda Jumar yang turut dalam kunjungan itu mengatakan, banyak hal dan informasi yang diperoleh dan digali dari Kelurahan Pandeyan yang nantinya menjadi bekal Kelurahan Loa Bahu yang pada tahun depan mewakili Kaltim dalam lomba kelurahan/desa tingkat nasional.  
“Banyak hal-hal baru yang kita dapatkan dalam kunjungan ini, yang tentu akan kita manfaatkan tidak hanya sebagai persiapan lomba kelurahan, tetapi juga sebagai bagian peningkatan pelayanan pada masyarakat,” tutur Jumar.   
Terkait sisi pelayanan terhadap masyarakat menurutnya, sebenarnya kelurahan Loa Bahu tidak terlalu tertinggal dibanding Pandeyan, hanya yang perlu dimaksimalkan adalah sistem online data dengan  dinas catatan sipil yang masih terkendala jaringan internet. (gie/hmsprov)

////FOTO : Kepala BPMPD Kaltim H Moh Jauhar Efendi menyerahkan plakat kepada Lurah Pandeyan Sulasmi.(sugie/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait