Kaltim Harus Berjaya Di Tanah Legenda


 

BANDUNG – Perhelatan pekan olahraga nasional (PON) XIX tahun ini di Jawa Barat (Jabar), Kaltim kembali menargetkan prestasi dan masuk lima besar.

Gelaran empat tahunan yang dimulai sejak 14-29 September 2016 ini sudah menjadi kebiasaan para pejuang olahraga Benua Etam untuk terus menorehkan berbagai prestasi olahrga mereka.

Bahkan prestasi para atlet sebanyak 651 orang ditambah official, manager dan pelatih sekitar 213 orang atau berkekuatan 872 orang diharapkan mampu menjajal para pejuang olahraga dari seluruh nusantara.

“Inilah ajang pembuktian bagi atlet Kaltim untuk menunjukkan kemampuan, keterampilan dan kekuatan olahraga kita. Kaltim harus berjaya di tanah legenda,” kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak usai menghadiri pembukaan PON XIX Tahun 2016 Jabar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Sabtu (17/9).

Menurut dia, prestasi para atlet Bumi Ruhui Rahayu sejak PON XVI di Sumatera Selatan terus meningkat dan mampu membuktikan diri karena berada di posisi sepuluh besar.

Tepatnya, PON XVI Tahun 2004 Sumatera Selatan itu Kaltim berada di posisi sembilan dan PON XVII Tahun 2008 kebetulan Kaltim tuan rumah berada di peringkat tiga.

Selanjutnya, PON XVIII di Riau tahun 2012 lalu walaupun prestasi menurun namun tetap berada di lima besar dan satu-satunya provinsi terbaik diluar Jawa.

“Kali ini kita kembali berlaga diajang PON dan tetap menargetkan prestasi minimal lima besar bahkan tetap harus yang terbaik di luar Pulau Jawa,” tegasnya.

Selain mengirimkan atlet yang berjuang pada cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON Jabar. Kaltim juga mengrimkan para atlet yang berlaga di cabor ekshebisi, sehingga total keseluruhan atlet, official dan manager tim sebanyak 1.219 orang.

Memasuki  hari kelima PON Jabar, kontingen Kaltim baru memperoleh lima medali perunggu.

Yakni dari cabor dayung, catur kilat perorangan putri dan catur kilat campuran masing-masing satu medali serta dua medali di cabor judo.

Sementara itu PON tahun ini mempertandingkan 44 cabor dengan menggunakan 61 venue yang tersebar di 16 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Sedangkan medali yang diperebutkan sebanyak 2.466 medali terdiri medali emas dan perak masing-masing sebanyak 756 medali dan perunggu sekitar 954 medali.

Perhelatan PON XIX 2016 Jabar dihadiri dan dibuka Presiden Joko Widodo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Bandung.

Pembukaan dihadiri para kepala daerah khususnya gubernur se-Indonesia. Tampak hadir Ketua Umum PB PON XIX Jabar yang juga Gubernur Jabar Ahmad Heriawan dan Menpora Imam Nahrawi serta beberapa menteri jajaran Kabinet Kerja.(yans/humasprov)

Berita Terkait