Kaltim Target APK 75 Persen Tahun 2015

Program Satu Desa Satu PAUD

SAMARINDA – Guna mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kaltim melalui sektor pendidikan khususnya anak usia dini,  Gubernur H Awang Faroek Ishak menetapkan kebijakan satu desa satu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

“Satu desa satu PAUD harus terwujud. Pengintegrasian PAUD sangat penting agar upaya pembinaan terhadap tumbuh kembang anak  berlangsung efektif dan efisien serta meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar),” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat H Bere Ali mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Rapat Koordinasi PAUD se-Kaltim dan Kaltara 2014 di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Rabu (19/3).

Menurut dia, APK PAUD  nasional sekitar 53,70 persen,  sedangkan APK PAUD di Kaltim mencapai 58 persen dan target capaian APK pada 2015 adalah 75 persen.

Dijelaskan, PAUD terintegrasi merupakan upaya untuk mendukung pencapaian APK. Misalnya dengan menggerakkan PAUD terintegrasi pada Posyandu, Taman Penitipan Anak (TPA).

Saat Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan memfokuskan program/kegiatan yang pembiayaannya melalui APBD tahun 2014 yaitu Diklat pendidik dan pengelola PAUD tingkat dasar 360 orang dan beasiswa stimulan Sl guru PAUD (non PNS)  sebanyak 450 Orang.

Termasuk pembangunan TK Pembina dan TK Handayani Samarinda serta TK Kecamatan di Kutai Kertanegara dan TK Kecamatan pada Kabupaten Paser serta TK Kecamatan di Kota Bontang.

“Para pengelola diharapkan agar mengelola lembaganya didasari tanggungjawab  tinggi dan berupaya memberikan bimbingan serta pembinaan secara maksimal. Tumbuhkan semangat bekerja dan berkarya untuk mencapai prestasi gemilang bagi anak didik,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim mengemukakan untuk menyukseskan program satu desa satu PAUD perlu adanya sinergitas seluruh stakeholders dan organisasi terkait di bidang pendidikan anak usia dini di daerah.

“Melalui rapat koordinasi ini maka diharapkan tercipta pola pembinaan yang sama antar sektor dan organisasi terkait pengelola PAUD, terutama pada dinas pendidikan, Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia, Forum PAUD, TP PKK dan Muslimat NU,” ujar Musyahrim.

Rapat Koordinasi PAUD se-Kaltim dan Kaltara 2014 diikuti 250 peserta terdiri dari pengelola PAUD atau organisasi mitra PAUD, Himpaudi, GOPTKI, BPTKI, Forum PAUD, TP PKK serta Muslimat NU. (yans/sul/es/hmsprov).

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama sejumlah anak usia dini. Pemprov Kaltim sangat konsen untuk meningkatkan program pendidikan anak usia dini sebagai upaya meningkatkan SDM yang berdaya saing.(dok/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait