Kaltim Terus Berupaya Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

SAMARINDA - Sesuai Visi Kaltim Maju 2018,  terkait bidang kesehatan adalah meningkatkan derajat dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kaltim yang merata dan berkeadilan yang didukung sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Sehingga mampu memberi pelayanan terbaik pada masyarakat.

Pemprov Kaltim berupaya memberi pelayanan kesehatan yang terbaik melalui rumah sakit yang terakreditasi, disamping melakukan revitalisasi layanan Puskesmas 24 jam.

"Alhamdulillah, di Kaltim saat ini sejumlah rumah sakit baru,  baik milik pemerintah maupun swasta serta Puskesmas dengan layanan 24 jam didukung peralatan medis modern dan ditangani tenaga kesehatan profesional," kata Staf Ahli Bidang Kesra Pembangunan Masyarakat dan Pencapaian MDGs Setprov Kaltim Halda Arsyad, saat membuka Konsorsium Healt Interprofessional Education di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (4/11).

Halda menambahkan, pemenuhan tenaga dokter, telah didirikan Fakultas Kedokteran di Universitas Mulawarman Samarinda, diharapkan pelayanan kesehatan di setiap daerah baik perkotaan maupun pedesaan, daerah terpencil dan perbatasan berjalan sesuai dengan harapan.

"Karena itu, kinerja pembangunan bidang kesehatan di Kaltim akan terus ditingkatkan, sekaligus meningkatkan indeks pembangunan manusia Kaltim yang kini berada di peringkat IV nasional," ujarnya.

Menurut dia,  menyukseskan pembangunan bidang kesehatan, diperlukan sistem kesehatan yang tertata baik dan sesuai prinsip tata pemerintahan yang baik dengan melibatkan banyak pihak, baik pemerintah, dunia pendidikan, akademisi, swasta dan masyarakat.

"Karena itu, Pemprov Kaltim memberi apresiasi tinggi kepada para pihak yang menaruh perhatian pada pembangunan bidang kesehatan," kata Halda.

Pemprov Kaltim menyambut baik adanya prakarsa pembentukan konsorsium healt interprofessional edukation, diharapkan terjadi peningkatan wawasan terhadap inovasi pendidikan kesehatan terkini maupun menciptakan kerjasama pendidikan antar profesi kesehatan.

"Diharapkan para lulusan tenaga kesehatan mampu bekerjasama dengan profesi lainnya dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan kesehatan masyarakat," harap Halda.

Sementara itu, Ketua Penyelengagra Konsorsium Healt Interprofessional Education dr Cici Bakti mengatakan selama ini di Kaltim belum ada Konsorsium Healt Interprofessional Education, yang mewakili semua institusi dan profesi yang menjadi satu untuk menjalin kerjasama antar profesi.

"Selama ini, institusi maupun profesi masih jalan dan bekerja sendiri-sendiri, baik itu kedokteran, kesehatan masyarakat, farmasi, keperawatan, sehingga dengan konsorsium ini kami bisa bekerjasama satu sama lain, dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Kaltim," papar Cici (mar/sul/es/humasprov)

Berita Terkait