Lihat Peluang Perkembangan Investasi di Kaltim

Gubernur: Perguruan Tinggi Harus Buka Prodi Sesuai Kebutuhan

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan dengan sumber daya alam (SDA) yang berlimpah, Kaltim menjadi daerah yang menarik bagi para investor untuk membuka atau mengembangkan lebih luas lagi usahanya di provinsi ini.

Pengembangan usaha dalam sektor-sektor pertambangan migas dan batu bara, pertanian, industri dan jasa yang cukup pesat, akan memerlukan tenaga-tenaga kerja berkualifikasi sesuai dengan kebutuhan dari sektor-sektor tersebut.

Menurut dia, peningkatan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kaltim, karena disadari sebagai daerah yang memiliki potensi SDA cukup besar, tidak akan dapat maju dan sejahtera bila tidak dapat dimanfaatkan dengan dukungan SDM yang berkualitas.

“Untuk pembangunan, Kaltim memerlukan SDM yang unggul, yang dapat diandalkan dan mampu bersaing dalam lingkup lokal maupun global. Dan semuanya itu dapat dipersiapkan melalui pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi yang merupakan sarana pencetak para intelektual, para pemikir dan penggagas di berbagai disiplin keilmuan,” ungkap Awang Faroek saat membuka Pelatihan Wirausaha Baru se-Kaltim di Kantor Bank Indonesia, Rabu (5/2).

Untuk itu, secara khusus Awang Faroek meminta kepada perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Kaltim agar dapat membuka program studi (prodi) yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan.Terutama untuk sektor-sektor pembangunan yang saat ini sedang dikembangkan di Kaltim.Diantaranya, untuk klaster industri berbasis pertanian dan olechemical di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy, Kutai Timur.

Kemudian klaster industri berbasis gas dan kondensat di Bontang. Kemudian, pembangunan sektor perkeretaapian di Kutai Barat dan Kutai Timur, termasuk pembangunan smelter di beberapa kawasan industri.

“Kita akan banyak membutuhkan tenaga kerja pada sektor pembangunan tersebut. Perguruan tinggi harus membuka prodi sesuai dengan yang dibutuhkan, sehingga lulusannya kelak yang akan mengisi posisi untuk tenaga ahli di perusahaan-perusahaan itu,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, prodi yang dibuka juga harus mempunyai karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain di Indonesia. Karakteristik tersebut akan menjadi unggulan yang khas dan menjadi daya tarik bagi perguruan tinggi di Kaltim.

“Karena jika perguruan tinggi di Kaltim mampu menjadikan dirinya sebagai yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi, maka akan menjadi tempat menimba ilmu bagi seluruh masyarakat baik di Kaltim atau bahkan dari luar provinsi di Indonesia dan luar negeri,” harapnya. (her/hmsprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation