Mukmin : Keluarga Adalah Landasan Awal Kasih Sayang

Mukmin : Keluarga Adalah Landasan Awal Kasih Sayang

 

TANGERANG SELATAN - Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal menghadiri  puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXII 2015 yang dipusatkan di Lapangan Sunburst, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Sabtu (1/8). Usai acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja itu, Wagub Mukmin Faisyal mengatakan bahwa  keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk membangun peradaban  yang  baik dan kuat menuju masyarakat yang lebih sejahtera di masa depan.

Keluarga akan menjadi  dasar terbentuknya karakter setiap diri manusia, termasuk karakter dan kepribadian anak.  Jika hal ini disadari setiap keluarga dan lalu diterapkan dengan baik, maka selanjutnya pasti  akan terbentuk generasi–generasi yang beretika, cerdas berkualitas dan ber daya saing tinggi.

“Keluarga adalah landasan awal kasih sayang. Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti di dalam keluarga harus ditanamkan sejak dini.  Satuan-satuan pendidikan atau sekolah pun harus lebih kreatif menyampaikan budi pekerti, tentu dengan teladan para pendidiknya. Selain itu, lingkungan  juga harus memberi dukungan,” kata  Wagub Mukmin Faisyal.

Harganas tahun ini mengangkat tema “Membangun Karakter Bangsa Mewujudkan Indonesia Sejahtera”. Dalam pandangan Wagub Mukmin Faisyal, hal ini juga harus menjadi momentum yang baik bagi keluarga-keluarga di Kaltim untuk menempatkan keluarga sebagai kekuatan utama membangun generasi yang andal dan berkualitas di masa depan.

Terutama bagi Kaltim yang hingga saat ini  masih menjadi dompet republik karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Jika hal ini tidak diantisipasi dengan menyiapkan program pembangunan sumber daya manusia yang baik, maka  bisa jadi Kaltim justru akan lebih terpuruk di masa depan, ketika sumber daya alam Kaltim sudah habis terkuras.

Sebab itu lanjut Mukmin, tekad Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak untuk mendorong bergeraknya kekuatan ekonomi Kaltim yang tidak hanya mengandalkan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui (unrenewable resources) merupakan gagasan yang tepat. Rencana itupun selaras dengan kebijakan Pemprov memberikan Beasiswa Kaltim Cemerlang kepada  ratusan ribu putra-putri Kaltim sejak 2009 lalu.

“Kalau pemimpin daerah sudah memberi dukungan, maka setiap keluarga, terutama para orang tua juga harus bersemangat untuk menyiapkan anak-anak mereka dengan baik,” sambung Mukmin.       

Sebelumnya, saat berpidato di depan ribuan undangan Presiden Joko Widodo yang selalu tampil dengan gaya khasnya mengungkapkan, bahwa Indonesia akan mendapat bonus demografi pada kisaran tahun 2020 hingga 2030. Pada fase itu lanjut Jokowi, penduduk usia produktif akan mencapai angka 70 persen, sementara 30 persennya adalah penduduk berusia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun.

Bonus demografi jelas Jokowi, akan menjadi berkah bagi Indonesia, jika mampu menyiapkan sumber daya manusia dengan baik hingga Indonesia menjadi lebih  makmur.  Sebaliknya,  bonus demografi justru akan menjadi bencana, manakala Indonesia tidak mampu menyiapkan kualitas sumber daya manusia dengan baik.  Indonesia harus siap dengan bonus demografi ini. Khususnya menyiapkan generasi-generasi usia kerja dengan baik.

“Kita membutuhkan keterlibatan keluarga-keluarga Indonesia untuk menyadari, betapa pentingnya membangun kualitas manusia Indonesia ini. Bonus demografi ini harus dapat kita manfaatkan dengan baik, tentu saja untuk itu sangat dibutuhkan dukungan setiap keluarga,” tegas Jokowi.

Usai acara puncak tersebut, Presiden Joko Widodo dan ibu Negara, Iriana Joko Widodo  sempat berkeliling menyaksikan pameran dalam rangkaian Harganas tersebut. BKKBN Perwakilan Kaltim juga ambil bagian dalam salah satu stand pameran tersebut. (sul/hmsprov)

HM Mukmin Faisyal

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation