Muslimat NU Fokus Pendidikan Karakter

SAMARINDA -  Pemprov Kaltim memberi apresiasi tinggi pada upaya Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kaltim dalam program kerjanya ke arah perubahan serta pembentukan karakter yang lebih baik.

Apresiasi Pemprov itu disampaikan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim H Bere Ali saat mewakili Gubernur Kaltim pada  Konferwil VII Muslimat NU Kaltim, Sabtu (27/2).

Menurut dia, pemerintah selama ini sudah melihat partisipasi Muslimat NU di bidang pendidikan dan hasilnya sudah terbukti dan dirasakan masyarakat.

“Diharapkan Muslimat NU menyosialisasikan dan memprioritaskan program bidang pendidikan  untuk pembentukan karakter agar terus ditingkatkan dan dikembangkan dalam rangka mendukung Gerakan Revolusi Mental,” katanya.

Selain itu,  sebagai langkah kongkritnya Muslimat NU perlu menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan pihak terkait di bidang pendidikan. Misalnya, upaya penambahan waktu dan muatan pelajaran agama di sekolah-sekolah, khususnya 30 menit sebelum pelajaran dimulai maupun 30 menit sebelum pelajaran diakhiri.

Diakuinya, Pemprov Kaltim merasakan pelajaran agama di sekolah-sekolah yang hanya dua jam dinilai masih terasa kurang. Karenanya, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengusulkan waktu pelajaran agama ditambah menjadi empat jam dalam seminggu.

“Penambahan jam pelajaran agama itu diharapkan dapat melahirkan anak didik yang beriman dan bertaqwa dengan moral atau akhlak yang mulia,” harapnya.

Ditambahkan, Pemprov Kaltim membuka peluang kerjasama dan memberi apresiasi yang tinggi pada Muslimat NU yang selama ini telah berpartisipasi memajukan dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat di daerah ini.

“Muslimat NU hendaknya terus ikut mengembangkan bidang pendidikan, sosial, budaya, lingkungan hidup, kesehatan, kependudukan, dakwah, penerangan, ekonomi, tenaga kerja dan hukum,” harap Awang. (yans/sul/hmsprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation