Kalimantan Timur
Pemprov Fokus Bangun SDM Pertanian


 

SAMARINDA – Pengembangan pertanian dalam arti luas merupakan salah satu dari tiga agenda prioritas pembangunan daerah dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat Kaltim.

Karenanya, saat ini Pemerintah Provinsi Kaltim terus memacu dan fokus pada pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Demikian disampaikan staf ahli gubernur bidang pendidikan H Sigit Muryono saat mewakili Gubernur Kaltim pada Wisuda XXVI Diploma III (Ahli Madya) Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Senin (3/10).

Menurut dia, perguruan tinggi sebagai akademisi harus mengambil peran dalam penyiapan SDM pertanian yang andal, kompeten serta terampil di bidangnya.

“Politeknik Pertanian harus bisa menyokong program prioritas pembangunan daerah. Utamanya penyediaan SDM pertanian yang andal dan profesional,” katanya.

Bahkan lanjutnya, polteknik dapat mengembangkan jenjang pendidikan profesi di bidang pertanian sama halnya profesi-profesi pada bidang kerja lainnya.

Sesuai semangat kerja Presiden Joko Widodo dengan menggalakkan tiga model pendidikan tinggi yang salah satunya adalah jenjang pendidikan profesi.

Dia mengharapkan Politeknik Pertanian  Negeri Samarinda bisa membuka jenjang pendidikan profesi di bidang pertanian sebagai lanjutan bagi mahasiswa lulusannya.

“Kita meyakini dengan komitmen tinggi jajaran perguruan tinggi di daerah khususnya Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Maka sektor pertanian Kaltim akan jauh lebih maju dibandingkan daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda H Hasanuddin  menyebutkan tahun ini pihaknya meluluskan 152 wisudawan/wisudawati jenjang pendidikan Diploma III atau ahli madya.

“Wisuda ke-26 ini diikuti 152 mahasiswa dari lima program studi (prodi) pada dua jurusan dengan  jenjang pendidikan Diploma III atau Ahli Madya di bidang pertanian,” ujar Hasanuddin.

Adapun masing-masing jurusan terdiri Jurusan Teknologi Pertanian dengan prodi teknologi hasil hutan 27 wisudawan dan prodi teknologi pengolahan hasil hutan 15 wisudawan.

Sedangkan Jurusan Teknologi Manajemen Pertanian terdiri prodi pengelolaan hutan dan prodi manajemen lingkungan masing-masing 28 wisudawan, prodi budidaya tanaman perkebunan 23 wisudawan dan geoinformatika 31 wisudawan. (yans/sul/es/humasprov)

Berita Terkait