Pemprov Kaltim Bantu 50 KUBE

Pemprov Kaltim Bantu 50 KUBE

 

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Sosial Kaltim tahun ini mengalokasikan bantuan Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (PKP) bagi 50 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) atau 500 kepala keluarga (KK ).

Bantuan yang diberikan menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim Hj Siti Rusmalia Idrus  terbagi pada tiga kota terdiri atas, Kota Samarinda sebanyak 20 KUBE (200 KK), Balikpapan 15 KUBE (150 KK) dan Bontang mencapai 15 KUBE (150 KK).

“Penanganan pemberdayaan fakir miskin melalui Kelompok Usaha Bersama selama lima tahun ini sudah mencapai 949 KUBE atau 7.959 KK,” kata Siti Rusmalia Idrus.

Menurut dia, penanganan penduduk miskin merupakan salah satu agenda utama atau program prioritas pemerintah dengan melibatkan 19 kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.

Rusmalia menyebutkan jumlah penduduk miskin di Kaltim pada 2008 mencapai 284,4 ribu jiwa dan pada 2013 menurun menjadi 237,9 ribu orang atau 6,1 persen dari jumlah penduduk Kaltim dan angka itu berada di bawah rata-rata nasional.

Karenanya, pemerintah terus menggali dan mengorganisasikan berbagai potensi serta sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan fakir miskin sesuai dengan peraturan dan karakteristik masyarakat setempat.

Misalnya, Dinas Sosial Kaltim pada 5-7 Juni ini telah melakukan kegiatan bimbingan teknis pendampinag KUBE kegiatan penanggulangan kemiskinan perkotaan/perdesaan sekaligus sosialisasi program penanganan fakir miskin.

Kegiatan bimbingan teknis diberikan kepada 32 pendamping KUBE dari lima kabupaten (Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, Kutai Timur dan Berau). Sedangkan sosialisasi diikuti 25 penanggungjawab kegiatan di tiga kota (Samariunda, Balikpapan dan Bontang).

“Kegiatan kita tujukan guna meningkatkan pemahaman pihak-pihak yang terlibat dalam penanggulangan kemiskinan perkotaan/perdesaan. Juga, meningkatkan dan motivasi kemampuan dan peran pendamping dalam mencapai kualitas hidup dan kesejahteraan anggota KUBE,”  ungkap Siti Rusmalia Idrus. (yans/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait
Government Public Relation