Pengidap HIV/AIDS di Kaltim Capai 675 Orang

 

Pengidap HIV/AIDS di Kaltim Capai 675 Orang

 

SAMARINDA – Berdasarkan data RSUD A Wahab  Sjahranie Samarinda dalam lima tahun terakhir, jumlah pengidap human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Kaltim mencapai 675 penderita.

Para penderita tersebut terdiri atas tujuh  pelajar, enam mahasiswa, 160 ibu rumah tangga, 15 PNS  dan 390 pegawai swasta. Selanjutnya 97 orang lainnya masuk dalam kelompok profesi yang tidak diketahui. 

Data para penderita HIV/AIDS tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) H Fachruddin Djaprie saat mewakili Gubernur Kaltim pada Pelatihan Penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS di Gedung Dispora Kaltim, Selasa (9/6).

Menurut dia, penularan HIV/AIDS di Kaltim umumnya disebabkan penyalahgunaan narkotika,  penggunaan jarum suntik serta hubungan seksual yang tidak aman dengan berganti-ganti pasangan.

Dia menyebutkan untuk kelompok berdasarkan usia yang rentan terinfeksi HIV/AIDS adalah pada kelompok usia produktif  yaitu antara usia 15-19 tahun dan 20-29 tahun serta 30 hingga 39 tahun.

“Kelompok usia pemuda harus mendapat perhatian khusus, sehingga angka laju perkembangan penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS dapat ditekan khususnya melalui kebijakan-kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Informasi lain dari rilis Badan Narkotika Nasional (BNN), di Indonesia setidaknya terdapat  sekitar 4 juta orang yang diketahui sebagai pengguna Narkoba. Dari jumlah itu baru 1.800 orang menjalani rehabilitasi, selebihnya masih berkeliaran dan sebagian lagi dipenjara.

“Pengguna Narkoba berdasarkan data BNN Kaltim pada tahun 2014 jumlah tersangkanya mencapai 7.784 orang. Dari jumlah itu sekitar 50 persennya pemuda kelompok usia 17 sampai 39 tahun dan 38,94 persen diantaranya berpendidikan setingkat SLTA,” sebut Fachruddin.

Sementara itu Kepala Bidang Pemuda H Syaril mengatakan penyuluhan dilakukan guna meningkatkan pengetahuan pemuda terhadap bahaya narkoba dan HIV/AIDS sekaligus memilih mantan pemakai Narkoba dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai duta terpilih.

“Peserta penyuluhan sebanyak 100 orang terdiri pelajar tingkat SLTA, mahasiswa dan Pramuka Peduli serta organisasi kepemudaan kabupaten/kota se-Kaltim, pemuda eks penyalahguna narkoba dan terinfeksi HIV/AIDS,” ujar Syahril. (yans/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait