Peninjauan SKOI Kaltim di Stadion Palaran

 

Pembangunan Olahraga Harus Komprehensif Integral

 

SAMARINDA- Pengembangan pembangunan olahraga di Kaltim diharapkan dapat dipikirkan secara komprehensif integral. Artinya, pengembangan tersebut harus didukung semua pihak, yakni Pemerintah Daerah, UPTD Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, sehingga semua pihak tidak berpikir atau berjalan sendiri-sendiri dalam membangun prestasi olahraga daerah. Bahkan, anggota DPRD Kaltim juga dapat bersama-sama mendukung pengembangan olahraga ini, khususnya pengembangan SKOI.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ketika meninjau  Kampus SKOI Kaltim di Komplek Stadion Utama Palaran Samarinda, Selasa (7/7). Awang mengatakan, Kaltim bersyukur memiliki fasilitas olahraga sangat lengkap. Terutama di Stadion Utama Palaran  yang selama ini telah digunakan untuk even nasional, khususnya dalam menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008.

Karena itu, sudah sepantasnya sarana tersebut dimanfaatkan dan dikelola profesional. Dengan tujuan untuk kemajuan olahraga di daerah. Itulah yang menjadi dasar Pemprov Kaltim membangunSKOI untuk menunjang terbentuknya atlet berprestasi sejak dini. Terbukti, sejak PON 2012 Kaltim tidak lagi mendatangkan atlet dari luar untuk membela daerah ini.

“Pemprov Kaltim berharap dari SKOI inilah,  dipersiapkan atlet yang membela daerah ketika PON di Jawa Barat. Karena itu, pemikiran komprehensif integral diperlukan oleh semua pihak, mulai Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai wakil Pemprov Kaltim, UPTD SKOI dan KONI Kaltim, agar berpikirnya satu tujuan. Sehingga pembangunan olahraga Kaltim dilakukan bersama,” kata Awang Faroek Ishak ketika memberikan pengarahan di hadapan jajaran Dispora dan KONI Kaltim.

Dengan kebersamaan tersebut, Pemprov Kaltim bertekad pada PON 2016 di Jawa Barat, Kaltim mampu meraih peringkat lima besar atau sebagai provinsi terbaik di luar Pulau Jawa, seperti yang pernah dicapai ketika PON 2012 di Riau.

Dari prestasi sebelumnya, Awang mengaku sempat menjadi pembicara utama di KONI Pusat, bahkan Pemprov Kaltim melalui Gubernur meraih penghargaan tertinggi dari KONI Pusat karena sebagai kepala daerah yang memiliki pemikiran dan prestasi  luar biasa dalam bidang olahraga.

“Kaltim merupakan daerah yang termasuk sukses dalam pengembangan olahraga. Terbukti, ketika PON 2008 di Kaltim mampu meraih tiga besar dan ketika PON 2012 di Riau, Kaltim menjadi provinsi terbaik di luar Pulau Jawa. Kondisi ini, berbeda dengan Sumatera Selatan yang sebelumnya sebagai tuan rumah PON, namun ketika PON selanjutnya prestasi mereka menurun. Karena itu, prestasi ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” jelasnya.

Selanjutnya, karena Kampus SKOI Kaltim telah terbangun, Awang berharap ketika peresmian yang akan dilakukan Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan tahun ini,  pengembangan SKOI dapat dilakukan secara profesional, sehingga atlet yang dibina dari sekolah ini mampu memberikan prestasi terbaik bagi daerah maupun negara.

Selain peninjauan Kampus SKOI, Gubernur beserta rombongan meninjau lokasi pembangunan perumahan atlet di Perumahan Bhumi Prestasi Kencana (BPK) di Samarinda Seberang.(jay/sul/es/hmsprov)

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberi pengarahan kepada jajaran KONI dan Dispora Kaltim terkait pembinaan SKOI.(norjaya/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation