Sukseskan Pemilukada di Kaltim

Gubernur Mengajak Pemilih Pemula Gunakan Hak Pilih

SAMARINDA – Dalam setiap kesempatan Gubernur Kaltim, Dr  H Awang Faroek Ishak, selalu mengingatkan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi menyukseskan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukda) serentak yang akan digelar 9 Desember, tidak terkecuali bagi pemilih pemula untuk menggunakan  hak pilih.

"Saya selalu katakan, rugi anda jika tidak menggunakan hak pilih. Karena menggunakan hak pilih itu adalah hak yang paling asasi yang ada pada diri kita. Jadi jika tidak memilih itu rugi. Bayangkan kita harus menunggu lima tahun lagi untuk menggunakan hak pilih. Jadi jangan Golput (Golongan Putih)," kata Awang Faroek Ishak.

Dikatakan, sukses Pemilukada tentunya  tergantung partisipasi aktif  semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Dari sisi pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi Pemilukada di semua wilayah, terutama kawasan perbatasan, pedalaman dan terpencil, sehingga warga mengetahui ada Pemilu untuk menentukan pemimpin daerah untuk lima tahun kedepan.

Tidak kalah penting adalah peran masyarakat,  dengan berpartisipasi aktif  menggunakan hak pilih, sebagai bentuk cerminan kehidupan berdemokrasi yang baik dan berkualitas di Kaltim.

"Dengan tingkat partisipasi Pemilu yang tinggi, pemimpin yang terpilih juga benar-benar mewakili rakyat untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Kita semua harus berpartispasi aktif untuk mewujudkan Pemilu damai, aman dan berkualitas di Kaltim. Kita juga harus menjaga suasana Kaltim yang kondusif untuk pembangunan yang lebih baik," ujranya.

Menurut dia,  tahapan Pemilukada sudah mulai berjalan dan dijadwalkan pada 9  Desember 2015 pemungutan suara dilakukan. Pemilukada diharapkan dapat terlaksana dengan sukses dan benar-benar merupakan ajang pesta demokrasi, yaitu Pemilu yang jujur dan adil dengan menegakkan asas langsung, umum, bebas dan rahasia.

Pemilu merupakan salah satu pilar demokrasi sebagai wahana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan yang demokratis.  Pemerintahan yang dihasilkan dari Pemilukada diharapkan mendapat legitimasi yang kuat dan amanah.

"Karena itu, diperlukan upaya dari seluruh komponen bangsa untuk menjaga kualitas Pemilukada,"katanya.

Awang Faroek menjelaskan upaya memperbaiki kualitas Pemilukada merupakan bagian dari proses penguatan demokrasi serta upaya mewujudkan tata pemerintahan yang efektif dan efisien.

"Pemilu harus dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.  Hal ini akan dapat tercapai, apabila seluruh komponen bangsa saling bahu-membahu mendukung pelaksanaan Pemilukada dengan didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan penghormatan terhadap hak-hak politik setiap warga negara,"paparnya.

Sukses Pemilukada bukan hanya bersandar pada integritas penyelenggara Pemilu dan masyarakat selaku peserta pesta demokrasi. Namun demikian, juga harus didukung seluruh pemangku kepentingan Pemilu demi terciptanya sinergitas yang kuat dan saling berkesinambungan.

Hal ini menjadi sangat penting dan harus menjadi pertimbangan rasional dengan menjadi pemilih yang cerdas sehingga tidak salah pilih, tetapi yang dipilih adalah calon yang mempunyai integritas dan kualitas terbaik.

Tingkat partisipasi politik masyarakat juga harus ditingkatkan, karena fakta menunjukkan saat ini telah terjadi satu kecenderungan fenomena penurunan tingkat partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu.

"Partisipasi masyarakat, khususnya dikalangan pemilih pemula maupun generasi muda sangat penting. Pemilu yang sukses akan menentukan nasib bangsa dan negara untuk lima tahun ke depan. Tentunya juga bagi kelangsungan dan kemajuan pembangunan di Kaltim," kata Awang. (mar/es/adv).

Foto: Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak  bersama Ny E Amilia Suharni Faroek usai  menggunakan hak pilih pada Pemilu Presiden dan Wapres 2014 (doc.humasprov kaltim)

 

Berita Terkait