Wagub: Hubungan Kaltim dan India Sudah Terjalin Lama

Duta Besar India Kunjunggi Kaltim

SAMARINDA - Kaltim dan India sebenarnya memiliki hubungan yang  terjalin sudah cukup lama  sejak ratusan tahun silam. Salah satu buktinya adalah kerajaan tertua di Indonesia yakni Kerajaan Kutai yang ada di Kaltim sejak tahun 400 masehi.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal, saat jamuan makan malam bersama Duta Besar India untuk Indonesia Mr. Gurjit Singh  dan sejumlah pengusaha India yang tergabung dalam India Business Forum (IBF) di Ruang Ramadhan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu malam (22/1).

Menurut Mukmin, kunjungan kerja Dubes Mr Gurjit Singh,  memberi makna yang sangat penting, sehingga perlu dilanjutkan dan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah kongkrit untuk kerjasama bidang ekonomi.

Langkah kongkrit misalnya India dapat menanamkan investasi pada sektor migas dan pertambangan, hilirisasi batu bara kalori rendah, industri, infrastruktur,  pembangunan rel kereta api, listrik, agribisnis berupa minyak sawit (CPO), hutan taman industri, perkebunan, perikanan dan kelautan, pariwisata dan lain sebagainya.

"Sekarang ini sudah ada ikatan kerjasama pembangunan smelter alumina bersama perusahaan NALCO," jelasnya.   

Dijelaskan, Pemprov Kaltim pada prinsipnya memberikan pelayanan yang semudah dan seefektif mungkin, baik dari segi prosedur, waktu, keamanan dan kepastian hukum, sehingga setiap investor akan merasa nyaman, aman dan terlindungi untuk melakukan investasi di provinsi ini.     

Wagub memberikan  apresiasi yang tinggi kepada Duta Besar India Mr. Gurjit Singh  yang bersedia melakukan kunjungan ke Kaltim sekaligus melakukan kegiatan pengenalan budaya dan pendidikan India bekerjasama dengan Universitas Mulawarman Samarinda.

Duta Besar India Mr Gurjit Singh menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan Pemprov Kalttim yang sangat luar biasa dan berharap kerjasama berlanjut karena Kaltim memiliki potensi sumber daya alam sangat menarik bagi investor.    

Kerjasama akan dilakukan pada bidang ekonomi dan perdagangan, serta dalam rangka meningkatkan hubungan baik kedua belah pihak baik Kaltim (Indonesia) dan India, sekarang dan di masa-masa yang akan datang.

Menurut Gurjit Singh, hubungan India dengan Kaltim sangat baik jika dilihat dari aktifitas ekspor impor. Sebab itulah dia membawa sejumlah pengusaha asal India untuk ikut berinvestasi di Kaltim.

Selain batu bara, impor terbesar India dari Kaltim adalah minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO). Dari total impor India di sektor ini, 30 persen disuplai dari Kaltim.

Gurjit Sigh juga mengundang gubernur atau wagub untuk berkunjung ke India, karena India saat ini juga menggalami kemajuan luar biasa. "Saya juga menawarkan kepada putra-putri Kaltim yang berprestasi untuk mendapatkan beasiswa dan belajar  bidang program Iptek di India," ajaknya. (sar/hmsprov).

////FOTO : Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal bersama Duta Besar India untuk Indonesia Mr. Gurjit Singh.(johan/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait
Government Public Relation