Warga Apresiasi Program Kewirausahaan Provinsi Kaltim

Warga Apresiasi Program Kewirausahaan Provinsi Kaltim

 

SAMARINDA - Pelaksanaan program pelatihan kewirausahaan bagi pemula yang menjadi andalan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengembangan Produktifitas Daerah (UPTD-PPD) mendapat sambutan positif masyarakat.

Program yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini sangat diharapkan mampu menjawab persoalan masyarakat yang masih terpukul akibat gejolak ekonomi global dan kian tak terbendungnya pemutusan hubungan kerja (PHK) khususnya di sektor pertambangan batu bara.

Kepala Desa Loa Duri Ulu, Kutai Kartanegara, Gunardi yang menjadi tuan rumah pelatihan kewirausahaan bagi pemula angkatan ke-19 garapan UPTD-PPD Disnakertrans Kaltim memuji model pelatihan yang berlangsung enam hari tersebut. Meski terbilang lama dan melelahkan, namun tidak ada satupun peserta yang bosan atau   bermalas-malasan. Antusias peserta terlihat jelas bahkan hingga penutupan pelatihan.

"Sejak awal hingga akhir saya terus memantau pelatihan ini. Luar biasa, warga nampak sangat antusias dan tidak ada satupun yang bosan. Jujur, ini pelatihan terbaik yang pernah saya ketahui. Pelatihan ini sangat kami butuhkan, apalagi saat ini banyak warga kami yang menjadi korban PHK sehingga mereka mulai kehilangan penghasilan," kata Gunardi yang mantan karyawan industri perkayuan di Samarinda itu.

Kemasan positif lain yang menurut Gunardi layak dicontoh adalah bagaimana para instruktur pelatihan ini sangat bertanggungjawab hingga berakhirnya pelatihan. Tidak pula membuat jarak dengan peserta, sehingga setiap peserta tidak segan menanyakan hal-hal yang mereka tidak mengerti.

Selain itu,  warga juga diajarkan menyusun perencanaan yang baik, membuat produk yang berkualitas dan merencanakan market yang tepat. Tambahan ilmu lainnya adalah tentang manajemen produktif dan teknik analisa keuangan.  

"Bagi saya pelatihan ini sangat komplit. Masyarakat tidak hanya diajarkan untuk bisa menjadi pekerja yang andal, tetapi lebih dari itu, warga diajarkan untuk bisa menjadi  manager dan pemilik usaha yang justru akan menciptakan kesempatan kerja  bagi masyarakat yang lain. Program ini sangat baik dan layak dicontoh," puji Gunardi seraya berharap program provinsi ini dapat terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.

Pernyataan hampir senada juga dilontarkan peserta pelatihan kewirausahaan bagi pemula dari angkatan  ke-20 di Desa Simpang Pasir, Samarinda. Mewakili kawan mereka yang lain, Sugirah dan Elsye mengaku program ini memberikan banyak manfaat bagi mereka. Selain diajarkan membuat produk yang berkualitas, mereka juga beruntung mendapatkan ilmu tentang administrasi pembukuan, neraca dan menyusun laporan rugi/laba.  "Kami baru mengerti, bahwa catatan pembukuan itu juga sangat penting. Dan sekarang, kami sudah bisa membuat itu,"  jujur Elsye.

Lain lagi dengan Sugirah yang mengaku, suaminya adalah pemilik tambang batubara. Diakuinya, saat ini bisnis batubara miliknya sedang goyah. "Saya melihat banyak hal positif dari pelatihan ini. Makanya, setelah ini saya akan bicara dengan suami saya agar mau jadi bapak angkat untuk usaha teman-teman pelatihan ini. Sekaligus persiapan kalau usaha batubara nanti macet," kata Sugirah.

Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim Hj Hetty saat menutup pelatihan ini mengajak warga agar tidak terlalu was-was dengan kondisi ekonomi saat ini. Wirausaha akan menjadi jawaban atas kesulitan-kesulitan ekonomi masyarakat.

"Untuk mencapai sukses, maka keyakinan dan semangat itu harus datang dari dalam diri kita sendiri dan anda sudah miliki itu. Inilah investasi pemerintah untuk terus membangun kepercayaan diri masyarakat sehingga ke depan akan lahir rintisan-rintisan kewirausahaan yang dalam jangka panjang akan semakin memperkuat ekonomi Kaltim dengan memanfaatkan potensi lokal yang kita miliki," pungkas Hetty.

Dua angkatan pelatihan ini, UPTD PPD Disnakertrans Kaltim melatih 40 orang, masing 20 orang untuk setiap angkatan. Secara keseluruhan UPTD PPD Disnakertrans Kaltim merencanakan pelatihan untuk 22 angkatan dan semua angkatan pelatihan dilakukan langsung ke desa-desa. Inilah salah satu model blusukan program kewirausahaan yang dimiliki Pemprov Kaltim melalui Disnakertrans Kaltim dan unit pelaksana teknis dinasnya. (sul/es/hmsprov)

///FOTO : Sejumlah warga sedang mengikuti pelatihan kewirausahaan.(samsul/humasprov)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation