10 Pejabat Eselon III Selesaikan QAP di Dispsiad

Pemprov Terus Lakukan Pengukuran Kompetensi

 

BANDUNG–Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Dr Meiliana mengatakan Pemprov Kaltim melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan terus melakukan pengukuran kompetensi untuk kemampuan manajerial, teknis dan sosial budaya bagi pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemprov Kaltim.

Hal ini dilakukan sesuai arahan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang menginginkan agar pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemprov Kaltim merupakan sumber daya manusia (SDM) yang profesional, sehingga memang pantas untuk menduduki sebuah posisi atau jabatan strategis di setiap SKPD.

“Ini merupakan komitmen gubernur. Kita akan terus memotret kompetensi setiap pejabat eselon kita. Setelah ini kita akan melihat hasilnya. Jika tidak kompeten bukannya tidak dipakai, tetapi ada treatment yang akan dilakukan selanjutnya,” kata Meiliana saat menemui 10 pejabat eselon III yang baru saja menyelesaikan QAP (Quasi Assessment Program) yang dilaksanakan oleh Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad) di Bandung, Rabu (3/12).

Meiliana berharap pejabat eselon III yang baru saja selesai mengikuti QAP ini dapat menjadi SDM aparatur yang profesional dan berkompetensi dalam melaksanakan tugas sehari-hari di SKPD masing-masing. Apalagi, mereka mengikuti QAP di Dispsiad yang merupakan lembaga terbaik dan terpercaya di Indonesia bahkan Asia Tenggara untuk assessment.

“Tunjukkan kompetensi dan disiplin yang didapat saat mengikuti QAP ini. Tetap kompak dan teruslah berkomunikasi satu sama lain untuk pelaksanaan pembangunan di Kaltim yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor menjelaskan kebijakan pengukuran kompetensi ini ditargetkan untuk semua pejabat eselon. Kondisi saat ini, dari 62 orang pejabat eselon II yang sudah mengikuti Assessment Centre (AC)/QAP/Psikotest/Jaring Potensial (Japo) sebanyak 59 orang.

Selanjutnya, pejabat eselon III sebanyak 311 orang dan yang sudah mengikuti AC/QAP/Psikotest/Japo sebanyak 307 orang. Pejabat eselon IV berjumlah 791 orang yang sudah mengikuti AC/QAP/Psikotest/Japo sebanyak 694 orang atau sekitar 80 persen.

“Kita juga menyiapkan kader-kader yang pangkatnya IIIc keatas untuk jenjang ke pejabat eselon. Dimana jumlahnya sekitar 1.574 orang dan sekitar 223 orang telah mengikuti AC/QA/Psikotest/Japo. Sisanya akan terus kita lakukan tes secara bertahap,” jelasnya.

Berdasarkan UU Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), ujar dia, ada empat hal yang dijadikan standarisasi untuk mengisi jabatan eselon, yakni kualifikasi, kompetensi, prestasi dan kemampuan akselerasi. Dan Pemprov melalui BKD secara konsisten untuk melakukannya agar mendapatkan seorang pejabat yang benar-benar kompeten di bidangnya,

“Tidak ada pilihan lain keempatnya harus dilakukan untuk mendapatkan “the right man on the right place. Dan untuk penyiapan SDM aparatur yang lebih baik sesuai keinginan Pak Gubernur, kita akan terus meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya,” ujarnya.

Peserta QAP dari Balitbangda Kaltim, M Ramadhan, mengungkapkan dengan mengikuti pengukuran kompetensi ini memberikan rasa percaya diri sekaligus dapat mengevaluasi apa-apa saja yang telah dikerjakan. “Assessment ini, kita ibarat mengisi kembali baterai kita yang mungkin sudah berkurang, sehingga kinerja kita diharapkan semakin meningkat,” katanya.

Demikian halnya, peserta QAP lainnya dari Biro Umum Setprov Kaltim, Aswanda, mengatakan pada prinsipnya siap dengan segala hasil tes QAP ini. Karena semua soal dijawab sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemprov Kaltim kepada kita. Karena, dari sini kita bisa mengukur standar kompetensi kemampuan kita menjadi pemimpin. Kita masih menunggu hasilnya dari Dispsiad dan kita harapkan hasil yang ada semuanya bagus. Karena kita diberikan kepercayaan untuk menduduki jabatan dan ini menjadi beban moral bagi kita,” ungkapnya.

Adapun kesepuluh peserta QAP terakhir untuk eselon III di lingkungan Pemprov Kaltim ini, yakni Edy Sofjan, M Ramadhan, Yusliando, Syahrir, M Arnain, Aswanda, M Agus Hari Kesuma, Noer Adenany, Slamet Kusbiantoro dan Priyo Harsono. (her/sul/hmsprov)

Berita Terkait