13 Poin untuk Pembangunan Kaltim

SAMARINDA- Motivator pemasaran Hermawan Kartajaya mengatakan, marketing itu bukan  sekedar menjual. Menjual itu adalah sebagian kecil dari marketing. Di Kaltim, lanjut dia, bukan hanya bisa menjual potensi agar investor dapat menanamkan modalnya di daerah. Tetapi, bagaimana dengan posisi Kaltim saat ini dapat melakukan reposisi agar menjadi daerah yang lebih maju, sehingga dapat menjadi branding bagi Pemprov dan masyarakat Kaltim.

Hermawan menyebut ada 13 poin penting yang harus dilakukan, apabila Pemprov Kaltim ingin menyukseskan marketing untuk daerah, yakni konektivitas, community, confirmation, klarifikasi, modification, memberikan kesempatan atau lapangan kerja, currency, communal activation, conversation (percakapan), komersialisasi, karakter produk atau jasa yang ditawarkan, care (kepedulian) dan yang terakhir adalah collaboration.

"Trik pemasaran jika dikerjakan sendiri hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu harus melibatkan orang lain,” kata Hermawan Kartajaya di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (22/3).

Menurut dia, dari 13 poin ini tentu sudah dikerjakan oleh jajaran Pemprov Kaltim. Hanya saja, teori tersebut belum diketahui. Karena itu, dari poin yang ada ini diharapkan Kepala SKPD dapat mereview program-program, baik tahunan dan lima tahunan hingga visi dan misi.Dari poin ini, diharapkan dapat dimanfaatkan dan diterapkan masing-masing Kepala SKPD untuk bersama-sama membangun Kaltim.

Contohnya, bagaimana pengetahuan atau kebijakan yang dilakukan jajaran Pemprov Kaltim dapat diterima masyarakat. Misal, Pemprov Kaltim mengusulkan pembangunan infrastruktur. Bagaimana masyarakat dapat menerimanya, maka dilakukan komunikasi terhadap masyarakat, sehingga diketahui maksud dan tujuan pembangunan tersebut.

Caranya, jajaran Pemprov Kaltim harus mengetahui informasi teknologi, khususnya internet. “Saya pikir masa depan Kalimantan ada di Kaltim. Sayang jika Kaltim tidak menjadi contoh provinsi di Kalimantan lainnya. Apalagi, kekayaan alam di Kaltim sangat besar dan mampu memberikan devisa yang besar kepada Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Hermawan mengatakan teknologi memang sangat dibutuhkan saat ini, khususnya untuk sebuah trik pemasaran. Dia merinci, 13 poin tersebut yang harus dilakukan seorang yang hendak memasarkan sesuatu.Poin pertama adalah konektivitas. Seorang marketer harus memiliki hubungan yang baik dengan semua orang, karena  itulah poin penting  strategi pemasaran. 

“Kalau marketer tidak terhubung mau bagaimana. Yang kedua carilah community atau bentuklah komunitas, lalu ketiga buatlah supaya anda diterima, itu adalah confirmation,” paparnya.

Poin keempat klarifikasi (clarification). Seorang marketer harus menjelaskan siapa diri dia sebenarnya agar lebih dikenal. Kelima modification atau memiliki perbedaan daripada yang lain.

“Modification harus betul-betul punya perbedaan yang otentik,” katanya.

Poin keenam dapat memberikan kesempatan atau lapangan kerja bagi orang lain. Kemudian ketujuh adalah currency (mata uang, valuta). Kedelapan  adalah communal activation, maksudnya adalah memanfaatkan jaringan, tempat dan komunitas yang ada. Kesembilan adalah conversation (percakapan), jangan promosi.

Poin kesepuluh adalah komersialisasi. Lalu kesebelas adalah hal yang wajib untuk membuat sebuah karakter produk atau jasa yang ditawarkan. Menurutnya, merek bukanlah hal yang begitu penting, yang penting adalah sebuah karakter. Kedua belas adalah care (kepedulian).

Kemudian yang terakhir ialah collaboration, menurutnya sebuah trik pemasaran jika dikerjakan sendiri hasilnya tak akan maksimal. Oleh karena itu harus melibatkan orang lain.

“Poin ketiga belas, dikerjakan oleh semua. Maka lengkaplah marketing itu,"  jelasnya. (jay/hmsprov)

Foto: Hermawan Kartajaya dan Sekprov Kaltim Dr H Irianto Lambrie (kiri). (jaya/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation