15 Sarjana Kaltim Ikuti Program PSP3

15 Sarjana Kaltim Ikuti Program PSP3

 

SAMARINDA – Terhitung 15 sarjana Kaltim mengikuti program nasional berupa Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan (PSP3) yang merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Selain 15 sarjana dari Kaltim, lima peserta dari Sumatera Barat akan bergabung.  Selanjutnya mereka akan ditempatkan di lima provinsi, yakni, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat.

“Kuota kita 20 orang tetapi hanya terpenuhi 15 orang sehingga sisanya dicukupi dari Padang selanjutnya dikirim ke lima provinsi,” kata Kepala Bidang Pemuda Dispora Kaltim H Syahril pada Oreintasi PSP3 angkatan XXV di Aula Dispora Kaltim, Senin (8/9).

Namun lanjut Syahril, sebelum para peserta tersebut dikirim ke lima provinsi penampung terlebih dulu diberi pembekalan di pusat pelatihan TNI AL Cilandak Jakarta Selatan untuk bergabung dengan peserta lainnya dari seluruh provinsi di Indonesia.

Selama dua pekan mengikuti pembekalan di Cilandak para peserta PSP3 seluruh Indonesia baru dikirimkan ke masing-masing provinsi penerima program PSP3 termasuk peserta provinsi lain yang akan ditempatkan di Kaltim sebanyak 20 orang.

Khusus untuk Kaltim telah disiapkan Kabupaten Kutai Timur sebagai daerah penerima program PSP3 tahun 2014 atau angkatan XXV.  “Para peserta akan disebarkan di lima kecamatan untuk sepuluh desa di Kutai Timur,” jelas Syahril.

Pada dasarnya jelas Syahril, program PSP3 ini untuk memfasilitasi pemuda dalam peningkatan pengetahuan, wawasan, sikap dan keterampilan dalam menggerakkan pembangunan, termasuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan produktivitas.

“Program ini sangat strategis untuk menggerakkan potensi sumber daya pemuda dalam mendorong percepatan pembangunan perdesaan. Sekaligus menumbuhkembangkan budaya kerja yang produktif dan inovatif dengan prinsip kebersamaan dan kekeluargaan,” tutur Syahril.

Sementara itu ketua panitia orientasi PSP3 Fakhrullah mengatakan sasaran program PSP3 ini guna tersedianya pemuda berpendidikan tinggi yang terampil, metodologis dan menejerial sebagai penggerak pembangunan di perdesaan.

“Selain terselenggaranya kegiatan produktif di bidang sosial ekonomi guna kesejahteraan masyarakat. Juga terwujud pemerintah desa yang mampu memberikan pelayanan publik yang baik serta terbangun jaringan antar pemuda untuk mendukung pembangunan perdesaan,” ujar Fakhrullah. (yans/sul/hmsprov).

Berita Terkait