1.500 Penyandang Disabilitas Dapat Santunan


SAMARINDA - Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak meminta kepada seluruh umat muslim agar terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada penyandang disabilitas.  

"Santunan ini tepat, apalagi di bulan Ramadan. Karena Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan akan menjadi berkah yang sempurna ketika umat manusia menjadi insan yang saling berbagi terlebih kepada mereka yang membutuhkan," kata Gubernur Awang Faroek Ishak pada penyerahan Bantuan Sosial (Bansos) Terencana kepada Penyandang Disabilitas Khusus Kota Samarinda di Gedung Olah Bebaya, Jumat (23/6).  

Santunan yang diberikan kepada penyandang disabilitas merupakan bukti kepedulian Pemprov Kaltim untuk saling berbagi dan  santunan ini diharapkan dapat  bermafaat bagi para penerima. 

"Meskipun dalam jumlah terbatas, Pemprov Kaltim berupaya untuk menyalurkan Bansos terencana kepada mereka yang berhak menerimanya. Karena itu, bantuan ini jangan dilihat atau dinilai dari besar kecilnya bantuan, tetapi terimalah sebagai ungkapan kepedulian dari lubuk hati yang dalam," ujar Awang Faroek.

Gubernur juga  mengharapkan kepada  para penyandang disabilitas agar  terus menjalani hidup ini dengan optimistis. Bekerja dan berkarya sesuai dengan kemampuan masing-masing. 

"Diimbau para disabilitas  agar terus rajin belajar dan jangan patah semangat, tapi juga harus optimistis dalam menjalani kehidupan ini. Sehingga apa yang dicita-citakan  dapat tercapai dan  berguna untuk agama, masyarakat, bangsa dan negara," pesan Awang Faroek.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Bere Ali dalam laporannya mengatakan, dari data  Dinas Sosial Kaltim jumlah disabilitas di Kaltim mencapi 7.331 orang dan yang kategori yang tidak mampu mencapai 1500 orang.   

"Bansos terencana bagi penyandang disabilitas yang diserahkan untuk Kota Samarinda yang berjumlah 698 orang, sementara penyandang disabilitas di kabupaten/kota akan diserahkan masing-masing oleh bupati dan walikota. Terdiri dari Kutai Kartanegara 130 orang, Berau 112 orang, Kutai Timur 103 orang, Bontang 37 orang, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Balikpapan dan Paser masing-masing 105 orang," papar Bere Ali. (mar/sul/humaspro)

Berita Terkait
Government Public Relation