16 Peserta Ikuti STQ Tingkan Nasional

16 Peserta Ikuti STQ Tingkan Nasional

SAMARINDA - Setelah  sepekan  mengikuti pemusatan latihan (training center) di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda,  sebanyak 16 orang peserta akan mengikuti  Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Nasional XXIII 2015 di Jakarta, 9-16 Agustus 2015.

Pelepasan keberangkatan 16 peserta STQ Kaltim yang didampingi oficial dan pelatih serta pendamping peserta dilakukan Kakanwil Kementeraian Agama Provinsi Kaltim H Saifi mewakili Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak di Ruang  Rapat Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (7/8).

Ke-16 peserta STQ Provinsi Kaltim yaitu Ahmad Fadil Qori anak-anak asal Balikpapan, Ma'rifatul Hasanah Qori Anak-anak (Samarinda), Muhammad Zuraini Ikhsan Qori Dewasa (Samarinda), Finalis Saleha Qoriah Dewasa (Samarinda), Muhammad Andi Saputra Hafizh 1 Juz dan Tilawah (Berau), Selvy Eka Septyana Hafizh 1 Juz Tilawah (Samarinda), Zulfi Zain Al-Faruq Hafiz 5 Juz dan Tilawah (Kutai Timur).

Hana Agustiawati (Hafizh 5 Juz dan Tilawah (Balikpapan), Muhammad Ri'at (Hafizh 10 Juz (Balikpapan), Rahma Aida Rimaniar (Hafizh 10 Juz (Paser), Eko Wibison Hafizh 20 Juz (Bontang), Sri Lestari Endang Susilowati Hafizh 20 Juz (Kukar), Muhammad Masmu'i Hafizh 30 Juz  (Kutai Timur), Siti Aisyah  Hafizh 30 Juz (Samarinda), Ahmad Jazuli Tafsir Bahasa Arab Putra (Bontang), dan Aprilia Eka Winda Damayanti Tafsir Bahasa Arab Putra (Samarinda).  

Dalam arahannya Saifi mengatakan, tidak semua orang memiliki prestasi dan kesempatan mewakili Kaltim pada suatu ajang musabaqah. Oleh karena itu, kepada seluruh peserta STQ  diharapkan mampu mencapai prestasi terbaik, sehingga dapat mengharumkan nama daerah.   

"Saya yakin seluruh peserta sudah siap mengikuti STQ tingkat nasional di Jakarta, buktikan bahwa kontingen Kaltim juga mampu meraih prestasi di tingkat nasional," kata Saifi.

Ditambahkan, Kaltim memiliki potensi qori-qoriah yang cukup besar namun perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan-pelatihan. Terlebih saat ini di Kaltim terdapat banyak pesantren dan sekolah-sekolah agama.

"Oleh karena itu, diharapkan  berbagai pihak, baik  pelatih, pembimbing dan organisasi-organisasi pengajian lainnya dapat  lebih meningkatkan peran dan kerjasamanya dengan baik," ujarnya.

Saifi  mengatakan, melalui STQ diinginkan sesungguhnya adalah agar nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran  benar-benar dapat memperkuat landasan aqidah, akhlak dan muamalah umat dan masyarakat di Kaltim.

"Selain dibaca, hendaknya kita juga menggairahkan semangat untuk memahami isi dan kandungan Al Qur'an," kata Saifi.

Saifi manambahkan, sebagai pembina bagi para calon peserta musabaqah, maka STQ dapat pula dijadikan sebagai sarana untuk memahami dan menghayati Al Quran.

"Selain itu, kita juga berupaya mendorong umat untuk menggali aspek lain yang terkandung dalam Al Quran, yakni aspek ilmu, moral dan aspek spiritual yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," papar Saifi.

Menurut Saifi, tantangan yang harus dihadapi di bidang pendidikan dan keagamaan di masa mendatang, semakin berat dan komplek. Berbagai tantangan dengan pengaruh dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pergaulan kehidupan yang kian mengglobal akan terus menjadi tantangan yang harus disikapi dengan baik. 

"Dampak kemajuan Iptek  telah pula kita rasakan dewasa ini. Semua pihak dituntut untuk mampu mencari jalan terbaik agar generasi muda dan umat Islam di masa datang dapat diselamatkan dari kehancuran," ujarnya.

Saifi juga berpesan kepada seluruh peserta STQ untuk selalu menjaga kekompakan, baik dalam perjalanan maupun saat berlangsungnya musabaqah. Menjaga nama baik dan citra daerah. Memelihara kesehatan sebaik mungkin serta pergunakan waktu tersedia untuk terus berlatih. (mar/sul/adv)

//Foto: Pelepasan Peserta STQ Kaltim ke Jakarta.(umar/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait