18 Tim Bersaing Wakili Kaltim dan Kaltara ke Tingkat Nasional

Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

 

SAMARINDA – Setidaknya 18 tim dari jenjang SLTA bersaing untuk meraih juara pada lomba cerdas cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Tingkat Kaltim dan Kaltara untuk selanjutnya mengikuti lomba tingkat nasional.

Lomba yang digelar Disdik Kaltim bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal MPR-RI itu berlangsung 27-30 Maret, dengan peserta  18 tim dari 13 kabupaten/kota se Kaltim dan Kaltara, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Bontang, Tarakan, Nunukan, Bulungan, Paser, Panajam Paser Utara, Kutai Barat dan Tana Tidung. 

“Mereka yang berhasil meraih juara pertama akan mewakili Kaltim dan Kaltara di tingkat nasional yang rencananya  dilaksanakan pada November tahun ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim didampingi Kepala Bidang Pendidikan TK, SD dan SLB Healthyana Marta usai membuka lomba cerdas cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Samarinda, Kamis malam (27/3).

Menurut dia, kegiatan ini disebut 4 Pilar karena materi yang dilombakan seputar empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni pengetahuan siswa tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tentang Bhineka Tunggal Ika.

Lomba ini digelar, seiring dengan kondisi masyarakat Indonesia sangat majemuk, yakni terdiri berbagai suku, bahasa, agama dan kepercayaan sehingga Pancasila, UUD 1945, wawasan NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika harus dijadikan sebagai landasan kehidupan dalam membangun sinergi dan kesatuan bangsa.

“Lomba ini merupakan salah satu sarana untuk memasyarakatkan dan membudayakan pentingnya kehidupan berkonstitusi, terutama melalui pemahaman aturan bernegara. Sehingga generasi muda dapat mengamalkan 4 Pilar tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dengan harapan ke depan tidak terlibat dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba hingga kebut-kebutan di jalan,” jelasnya.

Wakil Sekretaris Jenderal MPR-RI Selvi berharap peserta lomba bisa menjadikan kegiatan ini sebagai ajang belajar berpolitik, yakni untuk mengetahui pembuatan dan pengesahan undang-undang atau peraturan MPR. Apalagi pelajaran politik secara perlahan juga harus diberikan kepada siswa agar lebih paham dengan sistem politik di Indonesia.

“Lomba ini, juga bisa menjadi sarana pembekalan penting, sehingga generasi muda kita dapat memahami fungsi dari kehidupan dan berbangsa dan bernegara yang baik, dengan harapan generasi muda di Indonesia, khususnya di Kaltim memiliki jati diri kebangsaan,” jelasnya.(jay/sul/es/hmsprov).

//foto: Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 2014 tingkat provinsi se Kaltim dan Kaltara. (Norjaya/Humasprov).

 

Berita Terkait