20 Bandara Potensial untuk Konektivitas Antardaerah

* Gubernur : Kaltim Airlines Sebagai Jembatan Udara Kaltim

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, mengatakan pentingnya membangun konektivitas antar daerah, antar kecamatan, antar kabupaten/kota, antar provinsi dan antar pulau dalam upaya sinergi program pusat dan daerah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Kaltim saat ini sedang membangun dan mengembangkan kawasan industri pada setiap kabupaten/kota sesuai dengan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetetif masing-masing daerah. Ada tujuh kawasan industri yang tersebar dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Timur (Maloy), Berau, Bulungan dan kawasan perbatasan.
“Yang terpenting dari semuanya itu adalah infrastruktur, mulai jalan yang bagus, pelabuhan laut dan bandara yang bagus, listrik dan air bersih yang bagus, telekomunikasi yang bagus. Jika itu semua bisa terbangun dengan baik, maka pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” kata Gubernur, akhir pekan lalu.
Menurut dia, Kaltim saat ini memiliki 20 airport atau bandara yang berpotensi besar dalam upaya membangun konektivitas antar daerah, mengingat kondisi geografis Kaltim yang cukup unik, sehingga cukup sulit dijangkau lewat jalur darat. Ada yang bisa didarati oleh pesawat jet berbadan besar, seperti Bandara Tarakan, Berau dan Balikpapan.
“Dan mohon doa, sebentar lagi juga Samarinda dengan Bandara Samarinda Baru (BSB) akan segera terwujud. Tahap pertama kita ingin pindahkan Bandara Temindung terlebih dulu, dengan membangun landasa 1.600 meter, kemudian dilanjutkan menjadi 1.800 meter dan sampai akhirnya 2.500 meter atau sama dengan Bandara Sepinggan, Balikpapan,” jelasnya.
Potensi bandara di Kaltim, lanjut dia, harus benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Untuk itu, perlu dibangunnya jembatan udara melalui maskapai penerbangan Kaltim Airlines, yang akan melayani penerbangan interkoneksi di Kaltim.
“Bahkan sekarang kita kewalahan, bulan lalu Maswings sudah merayu saya dan menyatakan keinginannya untuk masuk di seluruh bandara yang ada di Kaltim. Saya katakan cukup Balikpapan dulu dengan rute Kinibalu-Balikpapan, Kuching-Balikpapan, Tawao-Tarakan-Balikpapan. Bahkan kemarin mereka minta lagi untuk rute Kinibalu-Berau, tapi saya katakan tidak,” ucap Gubernur.
Gubernur menyebut, keinginan Maswings masuk di seluruh bandara Kaltim adalah karena potensi 2,5 juta lebih TKI yang ada di Malaysia, yang setiap kepulangnnya ke daerahnya harus memutar terlebih dahulu, dengan menempuh rute Kinibalu-Kuala Lumpur-Jakarta-Makassar atau kota lainnya di Indonesia.
“Kenapa tidak langsung saja Kinibalu-Berau-Makassar atau Kinibalu-Berau-Palu. Seharusnya peluang tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak luar, melainkan oleh Kaltim Airlines,” tegasnya.
Gubernur meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terlebih dulu bisa menyamakan persepsi, bahwa konektivitas transportasi udara itu mutlak harus ada di wilayah Kalimantan. Sehingga dalam perjalanannya nanti Kaltim Airlines bisa terwujud dan mampu beroperasi dan melayani masyarakat di Kaltim bahkan Kalimantan.
Bahkan nanti juga bisa membuka rute langsung Balikpapan-Palangkaraya dan Balikpapan-Pontianak, bukannya memutar ke Jakarta dulu. Dikatakannya, Gubernur beserta jajaran Pemprov sering kesulitan jika ingin melakukan kunjungan kerja ke Kutai Barat, Malinau, Nunukan dan daerah lainnya, karena minimnya penerbangan reguler sehingga harus carter pesawat terlebih dahulu dengan biaya yang cukup besar.
“Kepentingan kita membangun jembatan udara adalah kepentingan bersama. Seluruh pihak dapat terlibat dalam proses pembangunannya. Kita juga ajak Bankaltim untuk berpartisipasi. Jadi jangan hanya berpartisipasi membangun jalan tol di pulau Jawa, di Kaltim juga harus terlibat,” tambahnya. (her/hmsprov).

//Foto: SAMAKAN PERSEPSI. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada pertemuan dengan kalangan pengusaha, DPRD dan pihak terkait lainnya membicarakan tentang kelanjutan rencana jembatan udara maskapai penerbangan Kaltim Airlines. (heru/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation