2014 Peluang Lapangan Kerja di Kaltim Tinggi

Pembukaan JMF 2014 Kaltim

 

SAMARINDA - Dinas Tenga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim kembali menggelar Bursa Pasar Kerja atau Job Market Fair (JMF) 2014. JMF yang kembali digelar di Kota Samarinda menyediakan 1.724 lowongan pekerjaan. Sayangnya, dari jumlah lowongan kerja yang tersedia tersebut hanya sekitar 800 orang yang mengajukan lamaran kerja.

Belum maksimalnya pemanfaatan lowongan kerja ini utamanya disebabkan kompetensi pencari kerja yang belum sesuai dengan apa yang diiinginkan perusahaan.

“Peluang kesempatan kerja tahun ini memang besar. Persoalannya adalah kompetensi pencari kerja harus sesuai kebutuhan perusahaan. Jangan sampai pihak perusahaan menerima tenaga kerja dari luar daerah, karena kompetensi tenaga kerja dari dalam daerah tidak memenuhi kebutuhan perusahaan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim HM Djailani usai membuka Bursa Kerja atau Job Market Fair (JMF) Kaltim 2014 di Samarinda, Selasa (18/11).

Masalah tersebut, lanjut dia, menjadi evaluasi pemerintah daerah agar mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja dari dalam daerah. Misal, melakukan kerjasama dengan masing-masing perusahaan untuk melakukan pelatihan kerja dan melakukan pelatihan kerja melalui balai latihan kerja yang ada di masing-masing daerah.

Pelatihan tersebut, tentu disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan masing-masing perusahaan. “Hal ini merupakan tugas kita bersama. Ke depan, kondisi tersebut harus diidentifikasi berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, sehingga pemerintah dapat menyiapkan tenaga sesuai jumlah yang sama,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kaltim menargetkan untuk menurunkan angka pengangguran hingga mencapai 5,11 persen dari jumlah penduduk yang ada di daerah ini pada 2018. Strateginya, yaitu dengan membuka bursa kerja setiap tahun dan melakukan pelatihan dan pembinaan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan di daerah, melalui pelatihan di balai latihan kerja yang di miliki masing-masing perusahaan maupun pemerintah.

Fasilitas yang tersedia di balai latihan kerja harus dioptimalkan agar dapat membantu meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam daerah. “Saya yakin, melalui cara tersebut pemerintah mampu menurunkan angka pengangguran pada 2018 nanti. Diharapkan, kebutuhan tenaga kerja dari masing-masing perusahaan terpenuhi,” jelasnya.

Bursa kerja tersebut dilaksanakan 18-20 November 2014 di Kantor Disnakertrans Kaltim Jalan Kemakmuran Samarinda. Sasaran dari penerima tenaga kerja tersebut adalah industri tambang, manufaktur jasa serta UKM.

Lowongan jabatan tersedia sebanyak 395 posisi dengan jumlah tenaga kerja dibutuhkan mencapai 1.724 orang dari 80 perusahaan yang tersebar di Kaltim. (jay/sul/es/hmsprov)  

Foto: 1, 2

Kepala Disnakertrans Kaltim, HM Djailani memukul gong,  sebagai tanda dimulainya pelaksanaan JMF dan sejumlah pencari kerja yang mencoba peruntungan pada ajang tersebut. (norjaya/humasprovkaltim)

 

Berita Terkait