30 Penyuluh Perkebunan Ikuti Pelatihan

30 Penyuluh Perkebunan Ikuti Pelatihan

 

SAMARINDA – Sebanyak 30 penyuluh perkebunan mengikuti pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi pendampingan. Penyuluh perkebunan harus bisa bekerja profesional, dengan menguasai program kerja di wilayah kerja masing-masing.

Demikian Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Hj Etnawati mengatakan dalam sambutannya sekaligus membuka Pertemuan Penyusunan Program Penyuluh, di Samarinda, pekan lalu.

Menurut dia, peran penyuluh dan petugas lapangan sangat besar terhadap pengembangan kelembagaan dan SDM petani pekebun. Utamanya melakukan pendampingan dan penyuluhan bagi kelompok tani dan petani perkebunan rakyat di Kaltim.

“Pendampingan dan penyuluhan tidak hanya dilaksanakan pada saat ada kegiatan saja, namun dilakukan secara berkesinambungan dan terjadwal sepanjang tahun sesuai dengan kebutuhan kelompok tani,” ujar Etnawati.

Pendampingan dan penyuluhan yang berkesinambungan bagi petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani mampu  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merencanakan serta mengelola usaha tani.

Selain itu, kegiatan pendampingan serta penyuluhan yang terjadwal oleh para petugas lapang perkebunan diharapkan mampu menunjang pengembangan perkebunan rakyat di Kaltim termasuk melalui pola perkebunan inti rakyat (PIR) Swadaya.

Etnawati menerangkan, tahun ini pihaknya melakukan ekstensifikasi penanaman baru komoditi perkebunan berupa perluasan areal karet mencapai 400 hektar dan lada seluas 50 hektar, serta ekstensifikasi kebun kelapa sawit seluas 800 hektar.

Ekstensifikasi penanaman baru komoditi perkebunan  yang bernilai ekonomi tinggi tersebut  tersebar di empat kabupaten di Kaltim. Khususnya sentra komoditi tanaman perkebunan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat dan Penajam Paser Utara.

“Kami berharap tumbuh dan kembangnya kelembagaan petani dapat berdampak langsung pada peningkatan skala usaha tani, berkembangnya kemitraan usaha, pemasaran dan peningkatan pendapatan petani sehingga memperkuat posisi tawar petani,” harap Etnawati. (yans/hmsprov)

Berita Terkait