34 Pelajar Kaltim Raih Prestasi Tingkat Nasional


 

SAMARINDA - Sedikitnya 34 pelajar di Kaltim berhasil menyabet 14 prestasi terbaik di tingkat nasional dari berbagai ajang lomba yang telah diikuti sepanjang tahun 2016 hingga Juli tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Dayang Budiati melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Deslan Nispayani menyebutkan bahwa sejumlah prestasi yang sukses diraih para siswa dan siswi tersebut diantaranya berasal dari ajang lomba pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional  (O2SN), lomba debat Bahasa Indonesia dan lomba sekolah sehat.

Para pelajar yang berhasil meraih prestasi itu yakni 3 pelajar dari SMAN 10 Samarinda (medali emas lomba debat Bahasa Indonesia), 2 pelajar SMPN 4 Samarinda (medali emas dan perunggu O2SN cabang karate kumite putra dan kata putra), dua pelajar SMPN 1 Balikpapan (medali perunggu bidang studi IPS dan renang 100 meter gaya dada putri), satu pelajar dari SMPN 22 Samarinda (medali emas O2SN cabang pencak silat), SMP IT Atsagbiyah Bontang (medali perunggu O2SN cabang pencak silat) dan SMA Setia Marga Samarinda (medali perunggu O2SN cabang bulu tangkis). 

Selain itu, dari SMAN 1 Long Kali Kabupaten Paser yang diwakili 10 siswa mendapatkan medali perak dalam Cerdas Cermat UUD 1945 dan 14 siswa dari 10 kabupaten atau kota di Kaltim yang masuk passing grade dalam Olimpiade Siswa Nasional jenjang SMA untuk 9 mata pelajaran.

Bukan hanya pelajar,  namun ada satu guru dan 3 sekolah yang berhasil meraih prestasi yakni guru SMAN 1 Samarinda yang berhasil menjadi juri National School Debating Championship (NSDC) terbaik tingkat nasional dan 3 sekolah yang menjadi juara 3 lomba sekolah sehat tingkat nasional yakni TK Fastabikul Khairat Samarinda, SDN 017 Samarinda dan SMP YPK Bontang.

            "Para pelajar berhasil menjadi juara, baik secara perorangan maupun secara kelompok. Bukan hanya pelajar yang berhasil meraih prestasi nasional, tetapi ada pula guru dan sekolah yang meraih prestasi terbaik untuk tingkat nasional," katanya.

Raihan sejumlah prestasi dengan menjadi juara pada level nasional tersebut kemungkinan akan bertambah lagi hingga akhir tahun 2016 menyusul masih banyaknya kompetisi tingkat nasional yang akan dikuti oleh para pelajar asal Kaltim seperti lomba Cinta Tanah Air, festival seni dan lomba debat bahasa serta masih ada sejumlah kompetisi lainnya.

"Kemungkinan akan bisa bertambah lagi hingga akhir tahun. Kita tidak menargetkan para pelajar untuk menjadi juara karena dalam ajang kompetisi ini para pelajar bisa menambah wawasan dan pengalaman di tingkat nasional," katanya. (rus/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation