50 Petani Karet Ikuti SLPHT

SAMARINDA - Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Penajam Paser Utara (PPU) melaksanakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) yang diperuntukkan bagi 50 orang petani karet setempat.
“Kegiatan SLPHT sebagai upaya pemerintah melalui instansi teknis untuk meningkatkan serta mengasah kemampuan petani karet untuk mengidentifikasi serangan hama penyakit di kebunnya,” kata Kepala Disbun Kaltim Etnawati didampingi Kepala Seksi Peramalan Pengamatan dan Pengendalian OPT Kuntiasih Harlinda, Kamis (26/9).
Selain itu, melalui SLPHT diberikan materi tentang pengelolaan kebun berwawasan lingkungan sehingga mampu meningkatkan produksi. Termasuk pelatihan difokuskan pada cara-cara atau upaya pengendalian hama dan penyakit.
Sebab, penurunan produksi tanaman karet diantaranya diakibatkan adanya gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), sementara tindakan pengendaliannya cukup rumit dan diperlukan upaya-upaya yang intensif oleh petani.
Sehingga, melalui SL-PHT diharapkan dapat membantu meningkatkan keterampilan dan kemampuan petani dalam mengelola kebun kearah yang lebih intensif, bahkan hasil yang diperoleh meningkat dan lebih berkualitas.
“Kegiatan lebih mengarah kepada praktik, karena petani bisa langsung terjun ke lapangan untuk melihat kendala apa saja yang ada kebunnya dan bagaimana menanggulanginya dengan pola berwawasan lingkungan,” ungkap Harlinda.
Ditambahkan, SLPHT ini diikuti 50 petani karet dari Kecamatan Sekotek dan Kecamatan Penajam di wilayah PPU dengan pola pelatihan sebanyak 16 kali pertemuan atau terhitung sejak September hingga Desember 2013.(yans/hmsprov) 

 

Berita Terkait