50 Sekolah Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2015

50 Sekolah Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2015

 

SAMARINDA - Sedikitnya 50 sekolah di Kaltim masuk dalam usulan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2015. Usulan disampaikan melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim.

Sekolah-sekolah itu terdiri dari 25 sekolah asal Balikpapan, 7 sekolah dari Samarinda, 5 sekolah dari Kutai Timur, 4 sekolah dari Bontang dan Paser, Kukar dan Berau masing-masing 3 sekolah. Sekolah tersebut dari jenjang Sekolah Dasar sederajat hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

“Keputusan tersebut sesuai hasil verifikasi lapangan oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dilakukan sejak minggu terakhir Oktober hingga awal November 2015 di Kaltim. Penghargaan tersebut rencana diserahkan Menteri Pendidikan dan Menteri LHK pada Desember tahun ini,” kata Kepala BLH Kaltim Riza Indra Riadi, Jumat (6/11).

Dijelaskan Riza, keputusan selanjutnya menjadi kewenangan KLHK untuk menilai sekolah mana yang berhak meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional. Karena itu, diharapkan dari usulan ini, ke depan makin banyak sekolah yang melaksanakan program adiwiyata di sekolah masing-masing.

Tahun 2014 terdapat 15 sekolah dari jenjang SD hingga SMA sederajat yang meraih penghargaan adiwiyata nasional. Selain itu, saat ini sekolah yang telah mengikuti program Sekolah Adiwiyata di Kaltim sebanyak 259 sekolah tersebar di 10 kabupaten/kota.

“Kami berharap ke depan semakin banyak sekolah yang peduli lingkungan. Karena itu, diharapkan kesadaran terhadap lingkungan hidup dapat dilaksanakan sejak dini di lingkungan sekolah dasar,” jelasnya. 

Pemprov Kaltim terus berupaya memberikan motivasi kepada sekolah-sekolah yang berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Contohnya, memberikan dana pembinaan untuk pengelolaan lingkungan hidup. Diharapkan dengan uang pembinaan tersebut sekolah bisa membeli bibit tanaman atau untuk pemeliharaan tanaman, bahkan untuk membuat tempat sampah.

Sementara, untuk Program Adiwiyata Mandiri di Kaltim sejak 2010 hingga sekarang telah menunjukkan perkembangan menggembirakan dengan prestasi yang telah dicapai 12 sekolah. Menurut dia, program adiwiyata bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah peduli dan berbudaya lingkungan diimplementasikan dalam kebijakan sekolah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Misal, pelaksanaan kurikulum melalui pembelajaran yang telah mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dalam mata pelajaran, melakukan kemitraan dengan pihak lain dalam pelaksanaan kegiatan lingkungan dan menyediakan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan sebagai media pembelajaran bagi siswa dalam menumbuhkan peduli dan budaya lingkungan sejak dini untuk meningkatkan peran sekolah dalam mendukung  pembangunan berkelanjutan.

“Untuk tahun ini kegiatan Sekolah Adiwiyata kami kembangkan melalui kegiatan Forum Dialog Adiwiyata yang setiap tahun diadakan di Kaltim. Tujuan dari forum dialog ini adalah untuk mensosialisasikan pelaksanaan program Sekolah Adiwiyata 2015 hingga menjalin komunikasi antar Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Kaltim,” jelasnya. (jay/sul/hmsporv)

Berita Terkait
Government Public Relation