69 Atlet Pelajar dan Alumni SKOI Masuk Tim PON Kaltim

SAMARINDA - Sedikitnya 69 atlet pelajar Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim baik yang masih aktif maupun alumni lolos masuk skuad PON Kaltim yang akan berlaga pada PON XIX Jawa Barat tahun ini.

Jumlah tersebut terdiri dari 45 atlet pelajar SKOI yang masih aktif, terdiri dari kempo, balap sepeda dan pencak silat masing-masing satu orang. Anggar, bulu tangkis, karate, panahan dan dayung masing-masing dua orang. Sepatu roda, catur, squash dan senam masing-masing tiga orang. Tenis meja empat orang, softball enam orang dan cabang olahraga layar sebanyak 10 orang. Sementara untuk alumni SKOI terdiri dari cabang olahraga kempo, atletik, angkat besi, wushu, panjat tebing, panahan dan balap sepeda masing-masing satu orang, karate dua orang, pencak silat tiga orang. Anggar, layar dan gulat masing-masing empat orang.

“Kami sangat bangga dengan semangat yang dimiliki para atlet SKOI yang aktif maupun alumninya, sehingga mampu menjadi bagian dari Tim PON Kaltim yang akan berjuang di Jawa Barat. Ini menandakan bahwa pembinaan yang dilakukan Pemprov Kaltim melalui SKOI berjalan sangat baik,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Fachruddin Djaprie didampingi Kepala UPTD SKOI Kaltim Agustianur di Kantor Dispora Kaltim, Kamis (4/2).

Jumlah atlet SKOI yang aktif dan alumni yang kini memperkuat Tim PON Kaltim untuk PON Jawa Barat mengalami peningkatan sangat besar. Karena, untuk PON 2012 di Riau, atlet SKOI Kaltim yang memperkuat PON Kaltim sekitar 21 orang. Hal  ini merupakan kebanggaan karena Kaltim mampu mencetak atlet lokal dari daerah sendiri.

Bahkan, dari 21 atlet SKOI Kaltim pada PON 2012 lalu mampu menyumbangkan lima medali emas, satu perak dan empat perunggu. “Ini sesuai dengan harapan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar Kaltim tidak menarik atau mendatangkan atlet dari luar Kaltim. Langkah ini dilakukan agar pembinaan dan regenerasi atlet Kaltim berkelanjutan dan atlet-atlet daerah mampu memberikan kontribusi besar bagi prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. (jay/sul/hmsprov)  

Berita Terkait