Adipura dan Adiwiyata Dukung Kaltim Green

SAMARINDA- Penghargaan Adipura yang diterima setiap Pemerintah Kabupaten dan Kota dan Adiwiyata yang dilaksana di masing-masing sekolah diharapkan dapat menyukseskan program Kaltim Green (Kaltim Hijau) yang diprogramkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak.
Penghargaan dan program ini diharapkan terus ditingkatkan dan dibudayakan bagi seluruh pemerintah kabupaten dan kota serta masing-masing sekolah. Karena dinilai mendukung pemerintah untuk melestarikan lingkungan hidup yang lebih baik di daerah.
“Kami berharap penghargaan Adipura yang diterima beberapa kabupaten dan kota di Kaltim serta program Adiwiyata bukan hanya diterima dan dilaksanakan kabupaten dan kota serta sekolah yang telah meraih penghargaan, tetapi kabupaten dan kota serta sekolah yang lain juga bisa meraih dan melaksanakan hal yang sama,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim H Riza Indra Riadi ketika dikonfirmasi di Samarinda, Senin (21/10).
Menurut dia, penghargaan dan program yang diterima dan dilaksanakan tersebut sebagai bukti bahwa semua pihak mendukung program Kaltim Hijau. Karena, dengan penghargaan yang diterima, maka program pelestarian lingkungan dapat berjalan dengan baik.
Membiasakan masyarakat tertib membuang sampah pada tempatnya dan pengelolaan sampah menjadi bahan yang dapat berguna bagi pembangunan pertanian di daerah, yakni dengan menjadikan sampah sebagai pupuk organik adalah sebagai cara setiap daerah untuk meraih penghargaan Adipura. Bahkan itu juga dinilai dapat mengurangi air yang tergenang di parit, karena sampah yang dibuang tidak pada tempatnya.
“Itu hasil dari penghargaan Adipura. Sedangkan program Adiwiyata diharapkan dapat membentuk pola pikir anak-anak untuk bisa membiasakan hidup bersih dan sehat (HBS). Misalnya, mengajarkan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya dan membiasakan mencuci tangan dengan sabun serta melakukan penanaman pohon,” jelasnya.
Dari penghargaan Adipura pada 2012, ada delapan penghargaan yang diterima Kaltim yang terbagi berbagai kabupaten dan kota, yakni Balikpapan kategori Kota Besar, Bontang dan Tarakan Kota Sedang, Penajam Paser Utara memperoleh sertifikat best effort, Berau mendapatkan Plakat Adipura untuk hutan kota, sertifikat penyusun laporan (SLHD) diperoleh Balikpapan dan Tana Grogot mendapatkan penghargaan Menuju Indonesia Hijau (MIH).
Selain itu, untuk penghargaan Adiwiyata pada 2012, Kaltim telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, karena yang mendapatkan Adiwiyata Mandiri ada enam sekolah dan lima sekolah mendapatkan Adiwiyata Nasional. Bahkan pada 2012, Kaltim memiliki 9 sekolah yang melaksanakan program Adiwiyata Mandiri dan tiga sekolah sobat bumi (penghargaan dari koloborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Pertamina Foundation), sekolah yang mendapatkan bantuan adalah, yakni yang melaksanakan kegiatan yang peduli dan berbudaya lingkungan selama tiga tahun.
“Guna mendukung program Kaltim Green, maka Pemprov Kaltim telah melakukan berbagai upaya, mulai dari mengedukasi kepada masyarakat, guru, anak sekolah, para pemuda untuk gemar melakukan penanaman pohon,” jelasnya.(jay/hmsprov)


 

Berita Terkait