AFI: Fokus Kembangkan Sentra Pertanian di Masing-Masing Wilayah

Sukseskan Swasembada Pangan Kaltim

SAMARINDA – Kaltim memiliki lahan potensial untuk pengembangan kegiatan pertanian dalam arti luas baik pertanian tanaman pangan, peternakan, kelautan dan perikanan serta perkebunan termasuk kehutanan (hutan tanaman industri).

Mewujudkan program ketahanan dan kemandirian pangan di daerah maupun nasional, Pemerintah Provinsi bersama sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim  fokus mengembangkan sentra-sentra pertanian di sejumlah kawasan.

Walaupun sudah terpisah dengan lima kabupaten dan kota di Kalimantan Utara (Kaltara) namun Kaltim  masih memiliki sentra-sentra pertanian, khususunya di tujuh kabupaten.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam Rakor Ketahanan Pangan Terpadu mengharapkan agar para kepala daerah baik bupati maupun walikota wajib memiliki komitmen besar dalam pengembangan pertanian dalam arti luas di daerah masing-masing.

“Saya harap bupati dan walikota memiliki komitmen yang sama dalam pengembangan dan pembangunan pertanian. Kebijakan daerah sangat penting guna mewujudkan kemandirian pangan secara nasional,” kata Awang Faroek Ishak, Jumat (6/3).

Gubernur menyebutkan masing-masing daerah tentu memiliki potensi dan keunggulan kewilayahan  yang berbeda dengan daerah lain. Namun, bagaimana potensi itu fokus untuk dikembangkan dengan dukungan kebijakan para kepala daerah.

Misalnya, Kabupaten Penajam Paser Utara(PPU) dan Paser ternyata hingga saat ini memiliki kawasan atau hamparan sawah yang sangat luas dan potensial dalam pengembangan kegiatan pertanian tanaman pangan.

Sarana dan prasarana perlu dibangunkan semisal saluran irigasi yang memadai khususnya mengalirkan air Sungai Telake di PPU secara baik hingga mampu mengairi ratusan bahkan ribuan hektar sawah di dua daerah tersebut.

Hal demikian dapat dilakukan kabupaten lainnya baik Kutai Timur dengan segala potensinya termasuk Kutai Kartanegara, Berau serta Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Menurut Gubernur, setiap kabupaten masih memiliki kawasan yang luas untuk pengembangan kegiatan pertanian.

“Apabila pola pengairan atau irigasi ini berjalan dengan baik maka kegiatan pertanian (produktifitas) tanaman dapat dipacu serta ditingkatkan. Selama ini setahun sekali baru panen tetapi kedepan diintensifkan menjadi dua bahkan tiga kali setahun,” jelasnya.

Pemprov Kaltim sesuai komitmen dalam mendukung pengembangan dan pembangunan pertanian selalu memberikan dukungan sarana dan prasarana serta dana bagi kegiatan pertanian yang dilakukan petani maupun kelompok tani serta gabungan kelompok tani di daerah.

Bantuan yang diberikan selain memotivasi pengembangan kegiatan pertanian di daerah juga sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat utamanya upaya pengentasan kemiskinan dan membuka lapangan usaha guna mengurangi pengangguran.

Selain itu, kerjasama yang sudah terjalin antara Pemprov Kaltim melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dengan pihak TNI khususnya jajaran Kodam VI Mulawarman dalam pengembangan dan pembangunan pertanian hendaknya dapat terus ditingkatkan.

Sesuai tekad Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono bersama jajaran hingga ke tingkat desa melalui keterampilan dan kemampuan yang dimiliki Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam kegiatan pertanian.

“Saya sangat apresiasi atas dukungan dan kerjasama pemerintah daerah dengan TNI. Kerjasama ini harus terus ditingkatkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga percepatan pencapaian swasembada dan kemandirian pangan di daerah dapat diwujudkan,” harap Awang Faroek.

Selain itu, Gubernur mengingatkan kesuksesan pembangunan pertanian di daerah dalam mewujudkan dan berkontribusi pada 10 juta ton beras nasional tiga tahun ke depan tidak terlepas dari peranan pihak swasta dan dukungan BUMN.

“Hasil rakor telah dituangkan dalam rumusan pokja sehingga saya ingatkan seluruh SKPD terkait dan stakeholders (pemangku kepentingan) sektor pertanian wajib melaksanakannya. Tidak terkecuali pihak swasta dan BUMN ikut berperan mengadakan bahkan memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian kita,” ungkap Awang Faroek Ishak. (yans/sul/es/hmsprov).

 

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama sejumlah petani dalam suatu kesempatan.(dok.humasprov)

 

Berita Terkait
Disbun Uji Rendemen TBS Sawit
Disbun Uji Rendemen TBS Sawit

17 September 2016 Jam 00:00:00
Perkebunan

Disbun Bangun Kebun Induk Lada di PPU
Disbun Bangun Kebun Induk Lada di PPU

07 Februari 2017 Jam 00:00:00
Perkebunan

Harga TBS Sawit April Naik
Harga TBS Sawit April Naik

01 April 2013 Jam 00:00:00
Perkebunan

Government Public Relation