Agum : Kepemimpinan Awang Diterima Rakyat

Gubernur Awang Faroek Ishak dan Agum Gumelar bersama jajaran IKAL Pusat. (masdiansyah/humasprov kaltim)

BALIKPAPAN - Setelah duduk sebagai anggota DPR RI kemudian dilanjutkan menjabat bupati dan gubernur masing-masing dua periode maka hal itu menunjukkan kepemimpinan Awang Faroek Ishak diterima rakyat Kaltim. Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Pusat Jenderal TNI (Pur)  Agum Gumelar pada Welcome Dinner Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dengan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas RI Komisariat Provinsi Kaltim masa bakti 2018-2023 di Ruang Jelau Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Jumat (27/7). 

Menurut dia, Gubernur Kaltim sebagai jebolan Lembaga Ketahanan Nasional (alumni KRA 25) mampu mengimplementasikan jiwa kepemimpinannya dalam memimpin daerahnya. "Kalau saja kepala daerah bisa dipilih tiga kali. Maka Pak Awang layak untuk dipilih kembali. Sebab memiliki elektibilitss yang tinggi di mata rakyatnya, " katanya.

Agum mengakui sangat mengenal sosok Awang Faroek Ishak sejak mewakili Kaltim di Senayan berlanjut memimpin Kabupaten Kutai Timur yang baru dibesarkan dari Kutai Kartanegara hingga menduduki jabatan Gubernur Kaltim dua periode.

Bagi anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini, Awang Faroek bukan orang yang sempurna tetapi sosok pribadi yang memiliki pemikiran visioner didukung semangat dan jiwa kepemimpinan yang tinggi untuk memajukan Kaltim dan menyejahterakan rakyatnya.

Program-program pembangunan yang dilakukannya merupakan pembangunan jangka panjang untuk kelengkapan infrastruktur daerah guna memenuhi hajat hidup orang banyak agar terwujud sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Dirinya sangat sepakat pola pikir Awang Faroek yang menegaskan keunggulan komparatif (kekayaan sumber daya alam) harus mampu meningkatkan keunggulan kompetitif atau mewujudkan daya saing yang tinggi bagi SDM Kaltim.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan sejak awal kepemimpinan Awang Faroek ujar Agum, selain untuk membangun konektifitas dan aksesibilitas antar wilayah juga semuanya untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah sebab memperlancar arus distribusi barang dan orang di Kaltim.

Diantaranya pembangunan bandara bertaraf internasional termasuk beberapa bandara di perbatasan, pelabuhan, jalan dan jembatan serta infrastruktur dasar lainnya.

Selain itu, program peningkatan SDM agar berkualitas dan berdaya saing tinggi melalui sektor pendidikan dengan program beasiswa bagi masyarakat Kaltim hingga ke jenjang pendidikan perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Termasuk pembangunan dan pengembangan sarana kesehatan seperti Puskesmas 24 Jam dan Rumah Sakit Pratama untuk kawasan perbatasan, pedalaman serta daerah terpencil dan terluar.  

Sedangkan upaya untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan pertanian dalam arti luas serta pengembangan kawasan ekonomi dan industri yang terintegrasi antar daerah. "Itulah maksud saya. Tidak ada pemimpin baik presiden maupun kepala daerah yang ingin rakyatnya sengsara. Dan jiwa itu ada pada diri Pak Awang Faroek yang memiliki seni tersendiri dalam mengenali permasalahan rakyat dan daerahnya," tegas Agum Gumelar.

Hadir  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Waketum IKAL Pusat Komjen Pol (Pur)  Togar Sianipar, DR Nieta Hidayani, Ir  Lucky Ali Moerfiqin, dan Humas IKAL Drs  Djoko Saksono. Hadir pula Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto dan Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana serta Ketua IKAL Kaltim Profesor Dwi Nugroho Hidayanto.(yans/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait