Amelia Faroek: Menu Keluarga Harus Mencukupi AKE

Samarinda Juara Lomba Cipta Menu B2SA

 

SAMARINDA – Tahun ini Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Samarinda kembali menjadi juara pertama dalam ajang lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) tingkat provinsi. Sementara itu posisi kedua  dan ketiga diraih Kutai Barat dan Balikpapan, sedangkan Harapan satu dimenangkan Bontang, Harapan dua dan tiga diperoleh Kutai Timur dan Paser

Selanjutnya Samarinda, berhak mewakili Kaltim dalam ajang lomba tingkat nasional di Makassar Sulawesi Selatan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ke-34 tahun 2014 yang pada 6-11 November.

Dalam ajang lomba cipta menu B2SA tingkat provinsi ini, Ketua TP-PKK Kaltim Hj Ence Amelia Suharni Faroek mengatakan penyusunan menu dalam keluarga harus memenuhi angka kecukupan energi (AKE).

Hal ini lanjut Amelia, sesuai dengan anjuran pedoman gizi seimbang bagi anggota keluarga yang harus memenuhi AKE. “Rata-rata perkapita perhari mencapai 2.150 kalori,” kata Amelia Faroek pada Lomba Cipta Menu B2SA di BKPP Kaltim, Rabu (10/9).

AKE ini terlihat atau diukur dalam bentuk porsi makan yang dikonsumsi setiap anggota keluarga. “Termasuk komposisi makanan berdasarkan kelompok umur harus disesuaikan dengan kecukupan energi dengan pola B2SA,” jelas Amelia Faroek.

Dia mengharapkan penyelenggaraan lomba cipta menu B2SA baik tingkat kecamatan hingga kabupaten dan kota serta provinsi ini mampu menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan serta kualitas dalam peningkatan gizi keluarga.

Selain itu, para kader PKK yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dituntut berperan aktif mendukung sekaligus membantu program cadangan pangan masyarakat. “Khususnya melakukan pemanfaatan pekarangan kering maupun basah untuk pemenuhan pangan,” harap Amelia Faroek.

Sementara itu Kepala BKPP Kaltim H Fuad Asaddin menyebutkan peserta lomba cipta menu B2SA tahun ini diikuti delapan dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim. “Berau dan Mahakam Ulu tidak berpartisipasi dalam lomba tahun ini,” ujarnya.

Fuad mengemukakan peserta lomba cipta menu B2SA berbasis sumber daya lokal diwajibkan membuat menu untuk satu keluarga masing-masing ayah usia 42 tahun, ibu (39 tahun) serta anak perempuan (14 tahun) dan anak laki-laki (10 tahun).

Bahan pangan yang digunakan dalam menu B2SA adalah bahan pangan yang mudah didapat serta tersedia setiap waktu dan harga terjangkau biasa dikonsumsi masyarakat . “Bahan pangan lokal sumber karbohidrat selain beras dan terigu,” ujar Fuad Asaddin.(yans/sul/es/hmsprov).

////FOTO :  Amelia Faroek (empat dari kanan) bersama TP-PKK Samarinda pemenang lomba cipta menu B2SA tingkat Provinsi Kaltim.(masdiansyah/humasprov)

 

Berita Terkait